Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Makanan dan Minuman Manusia yang Berbahaya jika Dikonsumsi Anjing Peliharaan

Kompas.com, 9 Maret 2024, 18:30 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Anjing peliharaan perlu mendapatkan sebagian nutrisinya dari makanan yang diformulasikan secara khusus dan minum dari sumber air bersih dan segar.

Berapa banyak kebutuhan makan dan minum anjing peliharaan Anda bergantung pada usia, ukuran, pola makan, dan kondisi kesehatannya.

Selain makanan dan minuman yang diproduksi khusus untuk anjing, mereka juga dapat mengonsumsi beberapa makanan manusia.

Namun, hal penting yang perlu Anda ketahui adalah, tidak semua jenis makanan manusia dapat dikonsumsi oleh anjing peliharaan.

Baca juga: Mengenal Ras Pomeranian, Anjing Mungil dengan Bulu Lebat yang Khas


Berikut ini adalah beberapa makanan manusia yang bisa berbahaya jika dikonsumsi anjing peliharaan:

1. Buah alpukat

Dikutip dari laman Healthline, alpukat mengandung zat yang disebut persin, yang sangat aman untuk dikonsumsi manusia tetapi bisa sangat beracun bagi anjing.

Jika anjing memakannya, cairan bisa menumpuk di paru-paru dan dada anjing, membuatnya sulit bernapas, dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen atau bahkan kematian.

Cairan tersebut juga dapat menumpuk di jantung, pankreas, dan perut, dan hal ini dapat menyebabkan komplikasi fatal lainnya.

Baca juga: Apa yang Dimimpikan Kucing dan Anjing Saat Tidur? Ini Kata Peneliti

2. Xilitol

Xilitol adalah gula alkohol yang sering digunakan sebagai pemanis permen, permen karet, pasta gigi, dan makanan yang dipanggang.

Meskipun aman untuk dikonsumsi manusia, mengonsumsi makanan yang mengandung xilitol dapat menyebabkan penurunan gula darah anjing secara tiba-tiba dan signifikan.

Gejala awalnya termasuk muntah, lemas, kesulitan bergerak, koma, dan kejang, sering kali muncul 30 menit setelah konsumsi. Xilitol dapat menyebabkan kerusakan hati dan kematian.

Baca juga: 7 Ras Anjing Paling Mudah Dilatih dan Cocok Jadi Teman Peliharaan

3. Produk kafein

Kafein secara alami ditemukan dalam kopi, teh, dan coklat. Ia dapat mempercepat detak jantung dan merangsang sistem saraf pada anjing.

Dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah mengonsumsi kafein, anjing berisiko mengalami kegelisahan, rasa haus berlebihan, kurangnya kontrol kandung kemih, muntah, dan diare.

Jika anjing mengonsumsi terlalu banyak kafein, mereka dapat mengalami irama jantung tidak normal atau kegagalan paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Baca juga: 5 Rekomendasi Ras Anjing Berukuran Kecil yang Menggemaskan untuk Dipelihara

4. Buah Jeruk

Dilansir dari laman American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), buah, daun, dan kulit jeruk mengandung asam sitrat dalam jumlah yang bervariasi.

Halaman:


Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau