Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Penyebab Hilangnya Nafsu Makan pada Kucing Peliharaan, Pemilik Wajib Tahu

Kompas.com, 20 Maret 2024, 18:00 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Makanan adalah salah satu kebutuhan yang paling penting untuk semua hewan peliharaan, termasuk kucing.

Makanan yang dikonsumsi oleh kucing memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan dan kesehatannya.

Anda perlu memperhatikan apa makanan dan seberapa banyak porsi yang perlu diberikan kepada kucing. Namun, bagaimana jika kucing peliharaan Anda tidak mau makan?

Baca juga: 10 Spesies Kucing Terbesar di Dunia, Ada yang Beratnya Mencapai 300 Kilogram


Ada banyak alasan mengapa kucing peliharaan Anda kehilangan nafsu makan atau tidak mau makan sama sekali. Berikut adalah beberapa penyebabnya:

1. Mengalami stres

Dikutip dari laman Cats.com, kucing yang mengalami stres berat dapat kehilangan nafsu makan atau tidak akan makan dengan normal.

Ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti adanya bayi atau orang baru baru di rumah, ada hewan peliharaan baru, atau saat Anda pindah rumah.

2. Makanan baru

Tidak semua kucing bisa langsung menyukai ketika diberi makanan jenis baru. Hal ini dapat membuat mereka tidak mau makan dan bahkan menyebabkan masalah kesehatan.

Kucing sensitif terhadap perubahan pola makan dan umumnya akan menderita gangguan pencernaan jika pola makannya tiba-tiba berubah.

Baca juga: Alasan Kucing Hitam Sering Dikaitkan dengan Nasib Buruk atau Pembawa Sial

3. Sedang sakit

Salah satu penyebab umum kucing kehilangan nafsu makan atau tidak mau makan sama sekali adalah karena mereka sedang sakit.

Misalnya kucing bisa mengalami sakit gigi atau beberapa penyakit mulut yang menyebabkan mereka malas atau berhenti makan sama sekali.

4. Baru sembuh dari penyakit

Beberapa kucing akan mengalami kondisi malas makan paling sering setelah sembuh dari penyakit atau selepas dirawat di rumah sakit.

Kucing seperti itu mengasosiasikan makanan tertentu dengan rasa sakit atau stres karena dirawat di rumah sakit, dan kemudian menolak untuk makan.

Baca juga: Alasan Kucing Suka Duduk di Atas Laptop Saat Anda Bekerja dan Cara Mengatasinya

5. Kucing mengalami masalah pencernaan

Dilansir dari laman PetMD, beberapa masalah pencernaan dapat menyebabkan penurunan nafsu makan pada kucing peliharaan. beberapa di antaranya adalah:

  • Obstruksi atau menelan benda asing
  • Kanker
  • Pankreatitis
  • Penyakit radang usus
  • Sembelit
  • Mual.

6. Menderita gagal jantung kongestif

Gagal jantung kongestif dapat menyebabkan kelelahan dan kesulitan bernapas, yang keduanya dapat membuat kucing malas untuk makan.

Selain itu, obat-obatan atau makanan baru yang diresepkan untuk penyakit jantung juga dapat memengaruhi nafsu makan kucing Anda.

Baca juga: Apa yang Dimimpikan Kucing dan Anjing Saat Tidur? Ini Kata Peneliti

Kucing adalah teman peliharaan yang cukup pandai bersembunyi saat mereka sakit atau sedang tidak enak badan.

Sehingga penting bagi pemiliknya untuk memperhatikan setiap perubahan dalam kebiasaannya, terutama dalam hal makan.

Bila perlu, hubungi dokter hewan jika kucing Anda tidak mau makan selama dua hari dan juga mengalami gejala berikut:

  • Muntah
  • Diare
  • Kelesuan
  • Sulit bernafas.

Kucing dewasa, terutama yang mengalami kelebihan berat badan, dapat mengembangkan penyakit serius yang disebut lipidosis hati jika mereka berhenti makan, jadi penting untuk segera ditangani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Tren
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau