KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti meningkatnya jumlah generasi muda yang mengalami gangguan kesehatan mental.
Ia menilai, banyak kasus sebenarnya sudah muncul sejak usia sekolah, tetapi tidak terdeteksi karena gejalanya kerap diabaikan.
“Jangan terlalu stres, jangan terlalu memiliki ambisi yang besar yang di luar kemampuan kita,” ujar Budi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/11/2025).
Ia menegaskan pentingnya menjaga pikiran tetap sehat, mulai dari mengelola stres, tidak memikirkan hal sulit secara berlebihan, hingga rutin berdoa dan meditasi.
Menurut dia, pikiran memiliki dampak besar terhadap kestabilan mental para generasi muda.
“Menjaga pikiran akan membantu kita agar kondisi mentalnya baik kembali,” kata dia.
Lantas, benarkah hidup penuh ambisi dapat mengganggu kesehatan mental?
Baca juga: Benarkah Orang Bodoh Cenderung Berbicara Kasar? Ini Penjelasan Psikolog
Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, menjelaskan bahwa ambisi pada dasarnya bukanlah sesuatu yang buruk.
“Secara umum, ambisi itu sendiri tidak selalu buruk, justru bisa menjadi pendorong positif untuk mencapai kesuksesan, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan diri,” jelas Danti saat dihubungi Kompas.com, kamis (13/11/2025).
Walaupun begjtu, dia menegaskan, bahwa ambisi yang berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan mental.
“Hidup dengan ambisi yang berlebihan atau tidak sehat, sering disebut toxic ambition atau overachiever, dapat mengganggu kesehatan mental,” kata dia.
Danti kemudian menjelaskan secara rinci sejumlah dampak negatif yang muncul ketika ambisi menjadi tidak terkendali atau terlalu berfokus pada hasil tanpa memperhatikan proses maupun diri sendiri.
Menurutnya, risiko tersebut meliputi stres, kecemasan berlebih, burnout, hingga merusak hubungan sosial yang dimiliki seseorang.
“Menetapkan tujuan yang terlalu tinggi atau banyak sekaligus, serta memaksakan diri untuk selalu produktif, menciptakan tekanan mental yang konstan," terang dia.
"Ini dapat berujung pada kecemasan (anxiety) yang berkepanjangan,” lanjutnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya