KOMPAS.com - Belum lama ini, Presiden Donald Trump mengumpulkan bos-bos minyak di Amerika Serikat.
Lebih dari selusin perusahaan minyak menghadiri pertemuan di Gedung Putih, Jumat (9/1/2026), guna membahas peluang dan rencana investasi di Venezuela, menyusul digulingkannya Nicolas Maduro.
Sejumlah pimpinan industri minyak berbondong-bondong hadir, termasuk CEO Exxon Mobil Darren Woods, CEO ConocoPhillips Ryan Lance, dan Wakil Ketua Chevron Mark Nelson.
Para eksekutif dari Halliburton, Valero, Marathon, dan lainnya juga turut datang, sebagaimana dikutip dari laporan media internasional CNBC, Jumat (9/1/2026).
Apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?
Baca juga: Bagaimana Bedakan Kritik dan Penghinaan dari Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono?
Dalam pertemuan itu, Trump menyebutkan angka fantastis untuk membangun kembali sektor energi di Venezuela.
Trump mengatakan, kebutuhan investasi di Venezuela akan menghabiskan setidaknya 100 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.600 triliun (dalam kurs 10/1/2026).
Dalam praktiknya, Trump memastikan pemerintah AS bakal menyediakan keamanan dan perlindungan bagi perusahaan minyak yang akan terlibat.
"Sehingga mereka mendapatkan kembali uang mereka dan memperoleh keuntungan yang sangat besar," kata Trump.
Lebih lanjut, Trump mengatakan pemerintah AS bakal menentukan perusahaan minyak mana yang akan memasuki Venezuela.
Mereka bakal segera mencari kesepakatan dengan industri minyak.
Baca juga: Sering Gugup Saat Interview Kerja? Lakukan 7 Tips dari Pakar Psikologi Ini agar Tetap Tenang
Rencana investasi di Venezuela tidak sepenuhnya mendapatkan respons hangat dari petinggi industri minyak.
Salah satu suara yang paling menonjol datang dari CEO Exxon Darren Woods.
Mengutip dari BBC, Sabtu (10/1/2026), Woods menilai negara Amerika Selatan tersebut belum sepenuhnya layak untuk mendapatkan investasi.
Woods mengingatkan, perusahaannya pernah mengalami penyitaan aset di Venezuela sebanyak dua kali di masa lampau. Untuk itu, mereka memilih bersikap hati-hati.