Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Haruskah Asia Merasa Terancam?

Kompas.com, 12 Januari 2026, 07:30 WIB
Muhammad Iqbal Amar,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong memperingatkan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang yang serius terhadap tatanan internasional, terutama bagi negara-negara kecil.

Peringatan tersebut disampaikan Lee dalam forum prospek regional yang digelar ISEAS Yusof Ishak Institute pada Kamis (8/1/2026), tak lama setelah AS melancarkan operasi militer yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post (SCMP), Lee, yang kini menjabat sebagai Menteri Senior Singapura setelah mundur dari kursi perdana menteri pada Mei 2024, menegaskan kondisi domestik suatu negara tidak bisa dijadikan pembenaran bagi intervensi militer sepihak oleh negara lain.

Menurut Lee, dalih krisis internal kerap disalahgunakan untuk membenarkan penggunaan kekuatan tanpa otorisasi internasional yang sah.

Ia mengingatkan bahwa operasi militer semacam itu memang dapat terlihat sebagai keberhasilan cepat, tetapi berisiko merusak tatanan global dalam jangka panjang.

“Dari sudut pandang negara kecil, jika begitulah cara kerja dunia, kita punya masalah,” ujar Lee.

Ia menambahkan, AS telah berulang kali melakukan intervensi serupa di berbagai belahan dunia, sebagaimana juga dilakukan kekuatan besar lainnya.

Namun, Lee menilai dampak dari praktik tersebut lebih banyak membawa ketidakstabilan dibanding manfaat.

Baca juga: Ketika China Mengoreksi Arah Budaya Populer Digital

Serangan AS ke Venezuela dan respons Asia

Kombinasi foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) pada 5 November 2024, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) pada 31 Juli 2024.AFP/KAMIL KRZACZYNSKI & FEDERICO PARRA Kombinasi foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) pada 5 November 2024, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) pada 31 Juli 2024.

Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela berlangsung pada Sabtu (3/1/2026), ketika pasukan AS menggerebek negara tersebut dan menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores.

Keduanya kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan terorisme narkoba dan sejumlah tuduhan pidana lainnya.

Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah dalam sidang awal pada Senin (5/1/2026).

Pasca-operasi itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan mengambil alih kendali sementara Venezuela.

Pernyataan tersebut memicu kritik luas, terutama dari negara-negara Asia yang menilai langkah itu sebagai pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan negara.

Komentar Lee menempatkan Singapura sebagai negara Asia terbaru yang menyuarakan keprihatinan, menyusul Indonesia, Malaysia, India, dan China.

Halaman:


Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau