KOMPAS.com - Jepang menerima pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah dari kapal tanker pertama kali sejak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pecah.
Sebagai informasi, perang di Timur Tengah tersebut terjadi sejak 28 Februari 2026 yang dimulai oleh serangan koalisi AS-Israel ke Iran.
Setelah itu, Iran memblokade Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengangkutan minyak global dari negara-negara Teluk seperti Kuwati, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), bahkan Arab Saudi.
Blokade Selat Hormuz tersebut kemudian menimbulkan krisis energi dengan terhambatnya pasokan minyak dan harganya menjadi melambung tinggi.
Baca juga: Trump Akhirnya Akui Incar Minyak Iran, Seperti Apa Skenario Operasinya?
Kapal tanker yang membawa minyak mentah dari Timur Tengah itu telah tiba di Jepang pada Minggu (30/3/2026) waktu setempat.
Dikutip dari NHK, Senin (30/3/2026), kapal tanker tersebut dilaporkan membawa sekitar 100.000 kiloliter minyak mentah yang berasal dari Arab Saudi.
Minyak mentah itu diangkut melalui Laut Merah, sehingga bisa terhindar dari blokade Selat Hormuz sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang.
Adapun minyak mentah Timur Tengah tersebut tiba di kilang milik perusahaan Taiyo Oil yang berlokasi di Kota Imabari, Prefektur Ehime, Jepang.
Direktur Operasi Shikoku Taiyo Oil, Ishikawa Junichi mengatakan, proses pengiriman tidak banyak mengalami kendala meski situasi Timur Tengah sedang bersitegang.
Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran Sudah Picu Emisi 5 Juta Ton CO2, Jadi Ancaman Iklim Global
Lebih jauh, Taiyo Oil menyebutkan bahwa minyak mentah akan dimasukkan ke dalam tangki di kilang pada Senin (30/3/2026).
Kemudian, mereka menyampaikan minyak mentah akan diproses menjadi bensin, solar, nafta, dan produk petrokimia lainnya.
Setelah diproses dan diubah, berbagai produk turunan dari minyak mentah tersebut akan dikirim ke berbagai wilayah di Jepang.
Ishikawa mengatakan, perusahaannya akan terus berupaya mendiversifikasi sumber pengadaan minyak mentah.
Ia juga menyampaikan, pihaknya terus merespons situasi tersebut melalui koordinasi dengan instansi pemerintah terkait.
Baca juga: Iran: Soal Selat Hormuz, Dunia Silakan Minta Pertanggungjawaban ke AS dan Israel
Kapal-kapal lain yang membawa minyak mentah ke Jepang dijadwalkan akan tiba dalam beberapa hari mendatang.