CIMAHI, KOMPAS.com - Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Dua prajurit TNI, Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sersan Satu (Sertu) Ikhwan, gugur dalam insiden ledakan saat menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik pasukan UNIFIL pada Senin (30/3/2026).
Peristiwa ini terjadi di wilayah Bani Hayyan sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Selain dua prajurit yang gugur, beberapa personel lainnya juga mengalami luka-luka akibat ledakan yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Kapten Inf Zulmi Aditya merupakan perwira pertama TNI dari satuan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015 dan menjadi bagian dari pasukan TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
UNIFIL sendiri merupakan misi penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk sejak Maret 1978 untuk menjaga stabilitas keamanan di Lebanon Selatan, khususnya di wilayah perbatasan dengan Israel.
Bagaimana kondisi keluarga dan proses pemulangan jenazah?
Duka masih menyelimuti keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi. Hingga kini, keluarga masih menunggu kepulangan jenazah almarhum dari Lebanon ke Indonesia.
Kabar gugurnya Kapten Zulmi tidak langsung diterima secara utuh oleh pihak keluarga. Informasi awal sudah diterima sejak Senin sore, namun baru dipastikan pada Selasa (31/3/2026) setelah ada konfirmasi resmi dari kesatuan.
"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," ungkap kakak sepupu almarhum, Risman Efendi.
Ia mengaku keluarga sempat ragu terhadap kabar yang beredar sebelum adanya kepastian resmi.
"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya.
Saat ini, keluarga masih menunggu informasi terkait jadwal pemulangan jenazah.
"Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," kata Risman.
Di rumah duka yang berada di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, suasana haru menyelimuti keluarga.
Sejak Selasa malam, kerabat dan pelayat mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Karangan bunga duka cita juga terlihat memenuhi area rumah, termasuk kiriman dari jajaran Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum dalam misi perdamaian dunia.
"Dalam misi menjaga perdamaian dunia, bertugas berjaga di Lebanon, tiga prajurit TNI gugur. Atas nama masyarakat Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan duka yang mendalam," ujarnya.
Dedi juga mengungkapkan bahwa salah satu prajurit yang gugur berasal dari Jawa Barat, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya yang berasal dari Kota Cimahi.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
"Semoga seluruh keluarganya ditabahkan dan bisa melewati masa-masa sulit," kata Dedi.
Ia menegaskan bahwa pengabdian para prajurit akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia.
"Seluruh tugas yang ditunaikan akan menjadi catatan kebaikan dalam sejarah perdamaian dunia," tuturnya.
Selain itu, ia juga berharap konflik global yang masih berlangsung dapat segera berakhir.
"Semoga dunia segera berdamai, konflik segera berakhir," ucapnya.
Apa yang terjadi dalam insiden tersebut?
Insiden bermula ketika Task Force Bravo (TFB) INDOBATT melaksanakan misi pengawalan logistik sekaligus menjemput jenazah Praka Farizal Romadhon.
Saat itu, pasukan TNI mengawal konvoi milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol yang bergerak dari sektor 7-2 menuju sektor 7-1.
Dalam rangkaian operasi tersebut, dua kendaraan TNI mengawal enam kendaraan logistik, termasuk membawa kotak jenazah untuk evakuasi almarhum Praka Farizal.
Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang menghantam kendaraan pertama.
Kendaraan tersebut ditumpangi Kapten Inf Zulmi Aditya bersama sejumlah personel lainnya. Ledakan itu menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan dan mengakibatkan korban jiwa.
Akibat kejadian tersebut:
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Duka Keluarga Menunggu Kepulangan Kapten Zulmi, Prajurit TNI asal Cimahi yang Gugur di Lebanon".
https://bandung.kompas.com/read/2026/04/01/094000078/profil-kapten-inf-zulmi-aditya-prajurit-kopassus-asal-cimahi-yang-gugur-di