Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duka Keluarga Menunggu Kepulangan Kapten Zulmi, Prajurit TNI asal Cimahi yang Gugur di Lebanon

Kompas.com, 1 April 2026, 08:37 WIB
Bagus Puji Panuntun,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

CIMAHI, KOMPAS.com - Duka masih menyelimuti keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI asal Kota Cimahi yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Hingga kini, keluarga masih menunggu kepulangan jenazah almarhum ke Indonesia.

Kapten Zulmi gugur saat bertugas mengawal konvoi kendaraan pasukan perdamaian UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026). Namun, jenazahnya masih berada di Lebanon.

Kabar gugurnya Kapten Zulmi tidak langsung diterima secara utuh oleh keluarga.

Informasi awal diperoleh sejak Senin sore, namun baru dipastikan pada Selasa (31/3/2026) sore setelah ada konfirmasi resmi dari kesatuan.

"Ya benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," ungkap kakak sepupu almarhum, Risman Efendi.

Baca juga: Mabes Ungkap Identitas 2 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Konvoi: Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad

Ia mengaku keluarga sempat ragu dengan kabar yang beredar sebelum ada kepastian resmi.

"Informasi kemarin sebetulnya, cuma belum berani memastikan, karena memang belum ada kepastian. Nah tadi sekitar jam 4 sore, dapat update adik kami benar yang gugur di Lebanon," ujarnya.

Kini, keluarga hanya bisa menunggu kabar pemulangan jenazah dari Lebanon ke Indonesia. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal kedatangan almarhum di tanah air.

"Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," kata Risman.

Pengabdian untuk Perdamaian

Kapten Zulmi merupakan prajurit TNI yang berdinas di Grup 2 Kopassus/Para Komando dan telah mengabdi sejak 2015.

Dalam satu tahun terakhir, ia tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon sebagai bagian dari misi perdamaian dunia.

Baca juga: PBB Ungkap Temuan Awal soal Penyebab Gugurnya TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon

Di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, rumah orangtua Kapten Zulmi mulai dipenuhi kerabat dan pelayat sejak Selasa malam.

Karangan bunga duka cita berdatangan dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, menjadi tanda penghormatan atas pengabdian almarhum.

Kendaraan Meledak saat Konvoi

Di balik kabar duka yang diterima keluarga, Mabes TNI mengungkap insiden yang merenggut nyawa Kapten Zulmi terjadi saat ia menjalankan tugas di tengah situasi konflik yang masih memanas di Lebanon Selatan.

Saat itu, Kapten Zulmi bersama personel Satgas TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon tengah mengawal konvoi kendaraan.

Dalam perjalanan, terjadi ledakan pada salah satu kendaraan yang menyebabkan dua prajurit TNI gugur, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Selain itu, dua prajurit lainnya, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka-luka dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit St. George, Beirut, Lebanon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sektor ASN di Karawang yang Tak Lakukan WFH, Tetap Kerja di Kantor
Sektor ASN di Karawang yang Tak Lakukan WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Bandung
Mengenal Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Mengenal Kapten Zulmi yang Gugur di Lebanon, Kebanggaan Keluarga dan Tetangga di Cimahi
Bandung
Bupati Ciamis Kaji Opsi ASN ke Kantor Pakai Angkot atau Sepeda
Bupati Ciamis Kaji Opsi ASN ke Kantor Pakai Angkot atau Sepeda
Bandung
Wakil Wali Kota Absen HUT Blitar, Ibin: Sudah Lama Beliau Tidak Japri
Wakil Wali Kota Absen HUT Blitar, Ibin: Sudah Lama Beliau Tidak Japri
Bandung
Dedi Mulyadi Buka Akses Rutilahu, Begini Syarat dan Cara Mengajukan Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Dedi Mulyadi Buka Akses Rutilahu, Begini Syarat dan Cara Mengajukan Bantuan Rumah Tak Layak Huni
Bandung
ASN Bandung yang Masih Ngantor Saat WFH Jumat Wajib Naik Transportasi Umum
ASN Bandung yang Masih Ngantor Saat WFH Jumat Wajib Naik Transportasi Umum
Bandung
Farhan Sebut Pimpinan di Pemkot Bandung Tidak Ikut WFH Setiap Jumat
Farhan Sebut Pimpinan di Pemkot Bandung Tidak Ikut WFH Setiap Jumat
Bandung
Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan
Peserta Trail Run Tewas, Polisi Sebut “Lebarun Sentul Ultra” Tanpa Izin dan Minim Prosedur Keselamatan
Bandung
Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
Profil Kapten Inf Zulmi Aditya, Prajurit Kopassus Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau