Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Rudy Eka Rasakan Hangat Lebaran di Arab Saudi bersama Diaspora

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan pulang, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Namun, bagi pelatih Indonesia Rudy Eka Priyambada, Lebaran tahun ini justru dijalani dengan situasi yang berbeda di Arab Saudi. Ia berada ribuan kilometer dari Tanah Air bersama tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.

Rudy Eka Priyambada yang kini menjadi pelatih Al Nassr Women itu mengaku perasaan pertama yang muncul saat Lebaran datang adalah sedih.

“Karena tidak bisa Lebaran bersama keluarga. Apalagi situasinya seperti ini, jadi tidak memungkinkan untuk pulang,” ujar pelatih asal Jakarta itu kepada Kompas.com.

Keputusan untuk tidak mudik bukan tanpa alasan, karena ia berada di fase krusial bersama tim.

Sebab, kompetisi menyisakan tiga laga penting, termasuk partai final Saudi Cup yang digelar dengan sistem kandang dan tandang.

“Tanggung juga, tinggal satu setengah bulan lagi sudah selesai. Masih ada tiga pertandingan dan final,” imbuhnya.

Selain itu, faktor biaya perjalanan juga menjadi pertimbangan besar. Karena harga tiket pesawat melonjak drastis akibat konflik yang memanas di Timur Tengah (khususnya eskalasi antara Iran-Israel-AS) pada awal Maret 2026 lalu. Hal itu membuat rencana pulang semakin sulit diwujudkan.

“Biasanya sekitar lima juta rupiah, sekarang bisa sampai 40 juta. Jadi memang berat untuk pulang dalam waktu dekat,” kata Rudy Eka.

Apalagi, ia baru saja kembali dari Indonesia pada Desember 2025. Jarak waktu yang terlalu dekat membuat keputusan untuk tetap di Arab Saudi terasa lebih rasional.

Mengobati Rindu bersama Diaspora Indonesia

Tinggal di kawasan Timur Tengah yang dekat dengan dinamika geopolitik, memang menghadirkan kekhawatiran tersendiri. Ia pun tetap fokus menjalani rutinitasnya mempersiapkan tim untuk latihan dan pertandingan.

“Sejauh ini aman-aman saja. Hanya sempat khawatir soal penerbangan, karena harus lewat Jeddah. Dari Riyadh sempat ditutup,” ujar mantan pelatih Timnas Putri Indonesia itu.

Namun, di tengah jarak dan kesibukan, kehangatan Lebaran datang dari hal sederhana yaitu berkumpul dengan sesama orang Indonesia. Ia diundang oleh sesama WNI untuk berkumpul dan merayakan bersama.

“Alhamdulillah diundang oleh Ibu Roni yang bekerja di Saudi Aramco. Kami kumpul orang Indonesia, makan bersama, ada sate juga,” kata Rudy Eka.

Suasana tersebut menjadi pelepas rindu dengan kebersamaan menghadirkan rasa “pulang” yang sempat hilang.

“Setidaknya bisa melepas kangen karena banyak orang Indonesia,” imbuhnya.

Adaptasi dan Melihat Keseriusan Sepak Bola Putri Arab Saudi

Sementara itu, selama satu musim berada di Arab Saudi, ia mengaku proses adaptasi berjalan lancar. Ia tidak menemukan kendala berarti, baik dari segi budaya maupun lingkungan kerja.

“Adaptasi normal saja, tidak ada masalah,” ucap mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Tetapi yang paling menarik perhatiannya adalah perkembangan sepak bola putri di negara tersebut. Ia melihat keseriusan yang besar dari federasi maupun klub di Arab Saudi dalam membangun ekosistem yang kuat.

“Mereka sangat peduli. Perkembangannya luar biasa dan jauh berbeda. Kita bisa lihat dari ranking FIFA yang terus naik,” sambungnya.

Seperti diketahui perjalanan Rudy Eka menuju Al Nassr Women pun bukan cerita biasa. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan berkarier di klub besar Arab Saudi tersebut.

Tawaran itu datang secara tiba-tiba melalui pesan langsung dari manajemen klub. Bahkan, ia juga sempat mendapat tawaran dari klub besar lain.

“Saya tidak punya kenalan atau orang dalam. Semua terjadi sangat cepat,” kata pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Selain karena nama besar klub, fasilitas yang ditawarkan juga sangat mendukung. Mulai dari tempat tinggal, kendaraan, hingga kebutuhan sehari-hari telah disiapkan.

Di balik semua itu, ada cerita spiritual yang diyakini menjadi awal dari perjalanan kariernya ini. Beberapa tahun lalu saat menjalani ibadah umrah, ia pernah memanjatkan doa agar bisa bekerja di Arab Saudi.

“Waktu itu saya berdoa, kalau memang rezeki saya di sini, saya ingin bekerja di Arab Saudi,” pungkasnya.

https://bola.kompas.com/read/2026/03/22/20395298/kisah-rudy-eka-rasakan-hangat-lebaran-di-arab-saudi-bersama-diaspora

Terkini Lainnya

Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com