KOMPAS.com - Cesc Fabregas memberikan tanggapan usai laga Como 1907 vs Pisa yang berakhir dengan skor telak 5-0 pada pekan ke-30 Liga Italia 2025-2026.
Pertandingan Como 1907 vs Pisa digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (22/3/2026) malam WIB.
Kemenangan ini cukup penting bagi Como yang saat ini masih berupaya keras untuk bisa mengejar mimpi lolos ke Liga Champions musim depan.
Bermodalkan empat kemenangan beruntun di Serie A, Como kini menjelma menjadi tim papan atas yang memiliki visi permainan yang jelas.
Fabregas secara tersirat menunjukkan kepuasannya atas penampilan I Lariani pada laga melawan Pisa.
"Dalam beberapa hari terakhir, kami terus mengatakan pada diri sendiri bahwa ini akan menjadi pertandingan yang berbeda. Kami menyerang ruang dengan baik untuk dua gol pertama."
"Tim bermain cerdas, ini merupakan pengalaman tambahan untuk perkembangan para pemain. Sekarang ada waktu untuk beristirahat," jelasnya dikutip dari Tutto Mercato Web.
Persembahan untuk Michael Bambang Hartono
Hasil ini menjadi kado perpisahan terindah Como 1907 kepada mendiang Michael Bambang Hartono yang tutup usia pada Kamis (19/3/2026) lalu di Singapura.
Momen mengheningkan cipta selama satu menit juga sempat dilakukan sebelum laga dimulai sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Michael Bambang Hartono.
Cesc Fabregas mengatakan jika kemenangan ini juga diperuntukkan untuk sang pemilik klub yang dianggap memiliki jasa bagi Como.
"Hari ini adalah kemenangan yang sangat penting. Kami kehilangan orang yang sangat penting di klub, tetapi kami di sini berkat orang-orang yang percaya pada klub, pada kota ini, kita tidak boleh melupakannya."
"Ini harus dikenang dengan penuh kasih sayang, kemenangan untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono," tuturnya.
Perjalanan Como di Bawah Djarum
Perjalanan Como 1907 memang tak mudah mengingat mereka sempat terpuruk di Serie D sebelum akhirnya Djarum melalui SENT Entertainment membeli dengan harga 800 ribu euro, setara dengan Rp12,5 miliar.
Sejak diakuisisi Djarum, Como 1907 semakin berkembang dan menunjukkan perubahan pesat dengan melompati tiga level dalam kurun lima tahun.
Sempat menjadi juara Serie C pada 2021, Como 1907 akhirnya lolos di liga elite Italia, Serie A, setelah 21 tahun absen.
Pada musim ini, Como 1907 yang diperkuat sebagian besar pemain muda yang dididik oleh Fabregas menjelma menjadi tim raksasa dan bersaing di papan atas Serie A sekaligus berpeluang lolos ke Liga Champions.
"Suasananya sangat bagus, orang-orang bahagia, dan kita semua menginginkan lebih, tetapi mereka menikmati perjalanannya."
"Pada 6-7 tahun yang lalu, kami adalah tim provinsi di Serie D, sekarang mereka membuat kemajuan: sulit untuk tidak jatuh cinta dengan para pemain muda ini."
"Kami mencapai apa yang telah kami tetapkan dua tahun lalu. Kami tahu ke mana kami ingin pergi dan bagaimana kami ingin melakukannya, yang sangat penting bagi saya," sambung Fabregas.
https://bola.kompas.com/read/2026/03/22/22431208/skor-como-1907-vs-pisa-5-0-fabregas-kemenangan-ini-untuk-michael-bambang-hartono