Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jay Idzes Tak Kaget dengan John Herdman, Berkat Pengalaman di Italia

KOMPAS.com - John Herdman begitu aktif memberikan instruksi untuk Timnas Indonesia selama FIFA Series 2026. Hal itu jadi pemandangan lumrah bagi Jay Idzes yang ditempa sepak bola Italia.

Selain berbicara soal John Herdman, kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, juga menyatakan rasa bahagianya setelah bisa kembali berkumpul dengan para pemain timnas Garuda di FIFA Series 2026.

Idzes terakhir kali berkumpul dengan para pemain timnas pada lima bulan lalu di Arab Saudi, saat mengikuti putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dalam dua pertandingan ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia mengalami kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.

Sepasang kekalahan itu menyebabkan harapan Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 pupus.

Sejak saat itu, Idzes mengungkapkan bahwa seluruh pemain sangat menantikan kesempatan untuk kembali berkumpul dan bersama-sama membangun impian baru untuk lolos ke Piala Dunia edisi 2030.

Jay Idzes Bahagia Bisa Kembali Bela Timnas di GBK

"Saya rasa hal terpenting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi."

"Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026," ujar Idzes di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026), setelah laga final FIFA Series 2026 yang berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Bulgaria.

"Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang."

"Bisa kembali ke sini, memakai jersey ini lagi, saya sangat merindukannya," ucap bek Sassuolo tersebut.

John Herdman Bawa Hal Baru

Selain itu, Idzes memberikan tanggapan mengenai dua laga awal Timnas Indonesia di era pelatih baru, John Herdman.

Dari dua pertandingan FIFA Series 2026, Herdman berhasil meraih satu kemenangan (4-0 atas Saint Kitts dan Nevis) dan satu kekalahan (0-1 dari Bulgaria).

Menurut Idzes, performa tim sudah cukup baik, namun masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam aspek bertahan dan menyerang.

"Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru."

"Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek," ungkap Idzes, yang telah mengoleksi 15 caps untuk timnas Indonesia.

Saat ditanya mengenai sosok Herdman yang sangat energik di pinggir lapangan, Idzes tidak merasa terkejut.

"Ya, dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat."

"Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya," ujar bek kelahiran Mierlo, Belanda tersebut.

https://bola.kompas.com/read/2026/03/31/08195788/jay-idzes-tak-kaget-dengan-john-herdman-berkat-pengalaman-di-italia

Terkini Lainnya

Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com