Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vinicius Jr Sebut Luka Modric "Gila", Rindu kepada Sang Guru

Kompas.com, 17 Februari 2026, 09:04 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Vinicius Junior menyebut Luka Modric "gila" lantaran tetap menunjukkan kualitas di level tinggi pada usia 40 tahun. Ia merindukan Modric.

Luka Modric jadi detak permainan AC Milan asuhan Massimiliano Allegri di Liga Italia 2025-2026.

Kualitas Modric sama sekali tak tergerus oleh usianya yang sudah memasuki kepala empat.

Tanyakan saja kepada Massimiliano Allegri yang telah 23 kali menurunkan Luka Modric di Liga Italia musim ini, 22 di antaranya sebagai starter.

Luka Modrid tercatat sudah melahap 1.916 menit bermain di Liga Italia 2025-2026 bersama AC Milan.

Hanya ada dua pemain Milan yang lebih sering tampil di lapangan ketimbang Modric, yakni kiper Mike Maignan (2.036 menit bermain) dan sang bek Matteo Gabbia (1.946).

Baca juga: Permintaan Luka Modric Setelah AC Milan Susah Payah Libas Pisa

Kebugaran dan konsistensi Modric membuat takjub eks rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior.

“Luka Modric itu gila," ujar Vinicius Junior via kanal Twitch Ibai Llanos, dikutip dari Tuttomercatoweb.

"Dia hampir berusia 41 tahun, dia istimewa. Tidak ada siapa pun seperti dia di sepak bola pada usia itu," kata Vini Jr menjelaskan.

Luka Modric pindah ke Milan pada musim panas 2025 setelah 13 tahun membela panji Real Madrid.

Luka Modric dibayangi Nemanja Matic dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Sassuolo di Stadion San Siro di Milan, Italia pada 14 Desember 2025. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)AFP/PIERO CRUCIATTI Luka Modric dibayangi Nemanja Matic dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Sassuolo di Stadion San Siro di Milan, Italia pada 14 Desember 2025. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)

Legenda, Mentor untuk Pemain Muda

Ia pergi dari Real Madrid sebagai legenda. Bersama klub beralias Los Merengues itu, Modric memenangi enam gelar Liga Champions dan empat kali menjuarai Liga Spanyol.

Baca juga: Skor Pisa Vs AC Milan 1-2, Luka Modric Mulai Bicarakan Scudetto

"Dia sekarang di Milan, tahun lalu dia masih di Real Madrid. Dia yang terbaik di dunia. Saya benar-benar merindukannya karena dia selalu mengajari saya sesuatu,"

"Dia benci kalah, bahkan saat latihan,” ujar Vinicius Junior mengenang kebersamaannya dengan Luka Modric.

“Dia selalu marah ketika kalah. Tapi ketika kemudian dia berhasil menang… Ya Tuhan, tak tertahankan."

"Saya tidak beruntung bisa bermain bersama Cristiano Ronaldo. Tapi saya tidak bisa mengeluh, saya pernah bersama Karim Benzema dan Modric,” ujar Vinicius Junior menambahkan.

Belajar dari Karakter dan Kerendahan Hati Modric

Perkataan Vinicius Junior itu menegaskan apa yang pernah disampaikan oleh pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri.

Luka Modric jadi mentor yang bagus untuk para pemain belia Rossoneri.

"Terlepas dari tekniknya yang luar biasa, dia benar-benar ingin meraih kemenangan ini pada akhirnya," kata Allegri tentang Modric yang jadi pemasti kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa.

"Kita semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hatinya yang luar biasa. Kami sangat senang memilikinya di sini, para pemain muda harus memanfaatkan kesempatan bekerja sama dengannya sebaik mungkin," ujar Allegri dilansir dari Football Italia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau