Penulis
KOMPAS.com - Kemenangan telak diraih oleh Real Madrid saat menjamu raksasa Inggris dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026, Rabu (11/3/2026).
Bermain di Estadio Bernabeu, tim asuhan Alvaro Arbeloa sukses menumbangkan tim tamu dengan skor meyakinkan 3-0, di mana performa lini belakang menjadi sorotan utama.
Keberhasilan Real Madrid menjaga kesucian gawangnya dari gempuran pemain bintang lawan tidak lepas dari taktik unik yang diterapkan staf pelatih.
Selain hattrick gemilang dari Federico Valverde, publik sepak bola dunia justru ramai membicarakan momen viral ketika pemain muda bertubuh mungil ditugaskan mengawal striker jangkung lawan dalam situasi bola mati.
Pemandangan unik tersaji di area penalti saat terjadi situasi sepak pojok. Gelandang muda Arda Guler, yang memiliki tinggi badan 175 sentimeter, tertangkap kamera sedang melakukan penjagaan satu lawan satu terhadap Erling Haaland.
Baca juga: Hasil Real Madrid Vs Elche 4-1, Diwarnai Gol Spesial Arda Guler
Mengingat Haaland memiliki postur raksasa setinggi 195 sentimeter, perbedaan fisik 20 sentimeter ini sempat memicu keheranan dan keraguan di kalangan penggemar Los Blancos.
Banyak yang mempertanyakan mengapa Arbeloa tidak mengutus pemain dengan postur lebih tinggi untuk mengawal "Sang Robot".
Namun, di balik keputusan yang terlihat berisiko tersebut, tersimpan analisis mendalam yang dilakukan oleh tim teknis El Real terhadap gaya main striker Manchester City itu.
Melansir laporan dari Marca, staf pelatih telah melakukan pemantauan menyeluruh terhadap skema bola mati Man City.
Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa meskipun memiliki badan besar, Haaland bukanlah ancaman utama dalam urusan sundulan langsung saat sepak pojok atau tendangan bebas.
Striker Norwegia itu lebih sering berperan menciptakan ruang atau mengganggu kiper agar rekan setimnya bisa mencetak gol.
Baca juga: Live Hasil Real Madrid Vs Elche 3-0, Dean Huijsen Bawa Tuan Rumah Perlebar Jarak
Dengan menugaskan Arda Guler untuk menempel Haaland, staf pelatih menganggap itu adalah langkah efisien.
Gelandang Real Madrid asal Turkiye, Arda Guler, merayakan gol keempat timnya pada laga Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Elche CF di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 14 Maret 2026.Strategi ini membuat pemain-pemain Real Madrid yang memiliki postur paling tinggi, seperti Antonio Rudiger, Dean Huijsen, hingga Federico Valverde, tidak terbuang sia-sia hanya untuk menjaga satu orang yang jarang melakukan penyelesaian udara.
Pelatih Alvaro Arbeloa lebih memilih menempatkan menara-menara pertahanannya untuk menjaga pemain lawan yang dianggap lebih berbahaya dalam duel udara.
Prioritas penjagaan ketat diberikan kepada sosok-sosok seperti Rodri, Ruben Dias, hingga Antoine Semenyo.
Baca juga: Real Madrid Vs Elche: Arbeloa Pastikan Kylian Mbappe Absen
Pemain-pemain inilah yang dinilai memiliki agresivitas lebih tinggi dalam menyambut bola di udara dibandingkan Haaland.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang