Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Piala Dunia 1962: Saat Lev Yashin Ditaklukkan Gol Tendangan Sudut Marcos Coll

Kompas.com, 15 Maret 2026, 08:31 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Sejarah panjang Piala Dunia mencatatkan ribuan nama pemain besar, namun Marco Tulio Coll Tesillo atau yang akrab disapa Marcos Coll memiliki tempat yang sangat istimewa.

Eks gelandang timnas Kolombia ini terpatri abadi dalam riwayat turnamen sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak "Gol Olimpiade" di panggung paling bergengsi sejagat tersebut.

Hingga saat ini, torehan langka milik Coll tetap menjadi anomali yang belum terulang.

Sepanjang 96 tahun sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, momen gol yang lahir langsung dari eksekusi sepak pojok tersebut baru sekali tercipta, yakni pada edisi 1962 yang berlangsung di Chile.

Istilah "Gol Olimpiade" sendiri memiliki akar sejarah yang kuat.

Baca juga: Donald Trump Disebut Tidak Memiliki Wewenang Atas Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Sebutan ini merujuk pada gol yang tercipta langsung dari titik sudut tanpa sentuhan pemain lain.

Fenomena ini pertama kali dilakukan oleh Cesario Onzari saat membela timnas Argentina dalam laga melawan Uruguay pada tahun 1924.

Karena saat itu Uruguay berstatus sebagai peraih medali emas Olimpiade 1924, gol Onzari dijuluki sebagai Gol Olimpico.

Sejak saat itu, terminologi tersebut terus digunakan di seluruh dunia untuk melabeli gol dari sepak pojok, termasuk aksi heroik Coll di Amerika Selatan.

Menaklukkan Sang Kiper Terbaik Dunia

Momen bersejarah tersebut terjadi saat Kolombia menjalani debut mereka di pentas akbar ini.

Menghadapi Uni Soviet yang merupakan raksasa Eropa sekaligus pemenang Piala Eropa 1960, Kolombia sempat tertinggal jauh 1-4.

Baca juga: Schmeichel Absen Bela Denmark di Play-off Piala Dunia 2026, Jorgensen Jadi Pengganti?

Namun, situasi berubah ketika Marcos Coll mengambil sepak pojok dari sisi kanan pertahanan lawan.

Kiper tim nasional Uni Soviet Lev Yashin beraksi dalam ajang European Nations Cup kontra Italia di Roma, 11 November 1963. Sebelumnya, Lev Yashin sempat melalui momen unik kala tampil pada perempat final Piala Dunia 1962 kontra tuan rumah Chile. Dia justru dipeluk pemain lawan setelah kebobolan.AFP/STAFF Kiper tim nasional Uni Soviet Lev Yashin beraksi dalam ajang European Nations Cup kontra Italia di Roma, 11 November 1963. Sebelumnya, Lev Yashin sempat melalui momen unik kala tampil pada perempat final Piala Dunia 1962 kontra tuan rumah Chile. Dia justru dipeluk pemain lawan setelah kebobolan.

Coll melepaskan tembakan rendah yang meluncur deras, melewati sela kaki pemain, dan mengecoh kiper legendaris Lev Yashin.

Yashin, yang merupakan satu-satunya kiper peraih Ballon d'Or, hanya bisa tertegun melihat gawangnya bobol di tiang dekat.

Sang legenda mengaku sengaja melakukan tendangan rendah karena menyadari postur pemain Uni Soviet yang sangat jangkung.

"Bola itu memantul seperti biliar, memantul di tepi garis gawang, dan melesat melewati kiper hebat bernama Lev Yashin," kenang Coll dalam wawancara bersama FIFA pada 2014 silam.

Baca juga: Meksiko Pakai Robot Anjing dan Drone untuk Amankan Piala Dunia 2026

Motivasi Besar bagi Kolombia

Keberhasilan membobol gawang kiper terbaik di dunia tersebut memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi skuad Los Cafeteros.

"Terdengar sorak-sorai yang sangat meriah karena saya berhasil mencetak gol ke gawang kiper terbaik di dunia. Semua orang bersemangat karena saya mencetak gol langsung dari tendangan sudut, dan itu menjadi motivasi besar bagi negara saya," tutur Coll.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau