Penulis
KOMPAS.com - Sejarah panjang Piala Dunia mencatatkan ribuan nama pemain besar, namun Marco Tulio Coll Tesillo atau yang akrab disapa Marcos Coll memiliki tempat yang sangat istimewa.
Eks gelandang timnas Kolombia ini terpatri abadi dalam riwayat turnamen sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak "Gol Olimpiade" di panggung paling bergengsi sejagat tersebut.
Hingga saat ini, torehan langka milik Coll tetap menjadi anomali yang belum terulang.
Sepanjang 96 tahun sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, momen gol yang lahir langsung dari eksekusi sepak pojok tersebut baru sekali tercipta, yakni pada edisi 1962 yang berlangsung di Chile.
Istilah "Gol Olimpiade" sendiri memiliki akar sejarah yang kuat.
Baca juga: Donald Trump Disebut Tidak Memiliki Wewenang Atas Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Sebutan ini merujuk pada gol yang tercipta langsung dari titik sudut tanpa sentuhan pemain lain.
Fenomena ini pertama kali dilakukan oleh Cesario Onzari saat membela timnas Argentina dalam laga melawan Uruguay pada tahun 1924.
Karena saat itu Uruguay berstatus sebagai peraih medali emas Olimpiade 1924, gol Onzari dijuluki sebagai Gol Olimpico.
Sejak saat itu, terminologi tersebut terus digunakan di seluruh dunia untuk melabeli gol dari sepak pojok, termasuk aksi heroik Coll di Amerika Selatan.
Momen bersejarah tersebut terjadi saat Kolombia menjalani debut mereka di pentas akbar ini.
Menghadapi Uni Soviet yang merupakan raksasa Eropa sekaligus pemenang Piala Eropa 1960, Kolombia sempat tertinggal jauh 1-4.
Baca juga: Schmeichel Absen Bela Denmark di Play-off Piala Dunia 2026, Jorgensen Jadi Pengganti?
Namun, situasi berubah ketika Marcos Coll mengambil sepak pojok dari sisi kanan pertahanan lawan.
Kiper tim nasional Uni Soviet Lev Yashin beraksi dalam ajang European Nations Cup kontra Italia di Roma, 11 November 1963. Sebelumnya, Lev Yashin sempat melalui momen unik kala tampil pada perempat final Piala Dunia 1962 kontra tuan rumah Chile. Dia justru dipeluk pemain lawan setelah kebobolan.Coll melepaskan tembakan rendah yang meluncur deras, melewati sela kaki pemain, dan mengecoh kiper legendaris Lev Yashin.
Yashin, yang merupakan satu-satunya kiper peraih Ballon d'Or, hanya bisa tertegun melihat gawangnya bobol di tiang dekat.
Sang legenda mengaku sengaja melakukan tendangan rendah karena menyadari postur pemain Uni Soviet yang sangat jangkung.
"Bola itu memantul seperti biliar, memantul di tepi garis gawang, dan melesat melewati kiper hebat bernama Lev Yashin," kenang Coll dalam wawancara bersama FIFA pada 2014 silam.
Baca juga: Meksiko Pakai Robot Anjing dan Drone untuk Amankan Piala Dunia 2026
?????3 de junio de 1962: durante el campeonato mundial de Chile, Colombia empata 4 - 4 ante la Unión Soviética del legendario portero Lev Yashin.
???????? El barranquillero Marcos Coll le anotó un gol olÃmpico y hasta ahora el único en la historia de la Copa del Mundo. pic.twitter.com/VsVKrx7eyD
— Habla Deportes (@HablaDeportes) June 3, 2024
Keberhasilan membobol gawang kiper terbaik di dunia tersebut memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi skuad Los Cafeteros.
"Terdengar sorak-sorai yang sangat meriah karena saya berhasil mencetak gol ke gawang kiper terbaik di dunia. Semua orang bersemangat karena saya mencetak gol langsung dari tendangan sudut, dan itu menjadi motivasi besar bagi negara saya," tutur Coll.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang