Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil Liverpool vs Tottenham 1-1, Menakar Suksesor Igor Tudor

Kompas.com, 16 Maret 2026, 03:47 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tottenham Hotspur perlu mempertimbangkan opsi pelatih lain, mengingat mereka tidak dapat menunjuk Roberto De Zerbi jika memecat Igor Tudor selepas laga Liga Inggris melawan Liverpool.

Hasil Liga Inggris Liverpool vs Tottenham 1-1 dalam laga pekan ke-30 Liga Inggris di Stadion Anfield pada hari Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.

Dalam pertandingan Liga Inggris ini, Liverpool unggul lebih dulu melalui aksi Dominik Szoboszlai pada menit ke-16 sebelum kemudian diimbangi oleh Tottenham Hotspur melalui usaha Richarlison di menit ke-90.

Skor imbang 1-1 diprediksi membuat Igor Tudor lega, mengingat pelatih asal Kroasia ini sempat dikabarkan akan dipecat jika kalah Tottenham kalah dari Liverpool.

Namun, belum dipastikan apakah manajemen The Lilywhites bakal langsung memecat Tudor atau mempertahankannya hingga partai selanjutnya, yaitu melawan Atletico Madrid di Liga Champions.

Baca juga: Hasil Liverpool Vs Tottenham 1-1, Richarlison Selamatkan Spurs

Spurs Tunggu Awal Musim 2026-2027

Tudor dihadapkan pada misi sulit untuk lolos di babak 16 besar, lantaran Tottenham kalah 2-5 di partai pertama melawan Atletico Madrid.

Namun, Spurs dikabarkan sudah menyiapkan pengganti seandainya harus cepat memecat Tudor usai laga kontra Liverpool.

Dilansir dari Express, calon pengganti Tudor ialah pelatih asal Italia, Roberto De Zerbi yang menganggur usai mundur dari Olympique Marseille pada Februari 2026.

Sebelumnya, De Zerbi disebut tidak tertarik untuk menangani klub lain hingga awal musim 2026-2027.

Eks pelatih klub Liga Inggris, Brighton and Hove Albion itu memutuskan untuk rehat sejenak usai menangani Marseille.

Baca juga: Liverpool Vs Tottenham, Igor Tudor: Berjuang atau Menangis

Sean Dyche dipecat oleh Burnley pada Jumat (15/4/2022) setelah hampir 10 tahun menjabat sebagai pelatih kubu Turf Moor tersebut.AFP/OLI SCARFF Sean Dyche dipecat oleh Burnley pada Jumat (15/4/2022) setelah hampir 10 tahun menjabat sebagai pelatih kubu Turf Moor tersebut.

Sean Dyche dan Harry Redknapp Masuk Kandidat

Kondisi ini membuat Spurs harus mencari sosok lain jika Tudor harus dipecat selepas laga kontra Liverpool atau Atletico Madrid.

Sean Dyche, yang dipecat Nottingham Forest menjadi kandidat selanjutnya yang kabarnya siap ditunjuk untuk menggantikan Tudor di posisi pelatih Tottenham Hotspur.

Selain itu, sosok pelatih legendaris, Harry Redknapp juga sempat dikabarkan akan turun gunung untuk kembali melatih Tottenham Hotspur.

Redknapp pun sempat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan dirinya kembali melatih Spurs.

"Saya ragu itu akan terjadi, saya tidak bisa membayangkan diri saya [kembali]," katanya.

Baca juga: Kritik Pedas Jamie Carragher Usai Liverpool Kalah dari Galatasaray

"Mereka benar-benar dalam masalah, saya harus jujur. Persaingan di bawah akan ketat, bukan? Tidak akan ada yang masuk ke sana dan tiba-tiba menjalani sesi latihan yang luar biasa."

"Mereka butuh seseorang untuk masuk ke sana dan memberi mereka semangat serta membuat mereka percaya pada diri sendiri."

"Hanya itu yang akan terjadi sekarang. Sedikit motivasi, sebenarnya. Ini bukan tentang melakukan sesi pelatihan yang luar biasa bersama mereka."

"Mereka tahu di mana saya berada jika mereka membutuhkan saya," imbuh Redknapp.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau