Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Kena Sanksi, Kesempatan Indonesia Menyalip di Ranking FIFA

Kompas.com, 18 Maret 2026, 20:07 WIB
Tim Kompas.com,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Malaysia  baru-baru ini dijatuhi hukuman AFC dan FIFA. Timnas Indonesia pun punya peluang menyalip Malaysia di ranking FIFA. 

AFC sebagai otoritas tertinggi sepak bola Asia telah membatalkan dua kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Kedua kemenangan tersebut diperoleh saat Malaysia mengalahkan Nepal pada tanggal 25 Maret 2025 dan Vietnam pada 10 Juni 2025.

Pembatalan ini terjadi karena FIFA memberikan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait kasus naturalisasi ilegal terhadap tujuh pemain.

Baca juga: Resmi! AFC Sanksi Timnas Malaysia Kalah 0-3 Lawan Nepal dan Vietnam

Akibat hukuman ini, ranking FIFA Malaysia berpotensi mengalami penurunan.

Dalam ranking FIFA terbaru yang rilis 19 Januari 2026 silam, Malaysia masih berada di posisi ke-121. Sedangkan Timnas Indonesia, persis di bawah Malaysia, persisnya di tangga ke-122.

Menilik perkembangan terbaru, Timnas Indonesia berpeluang kembali menggeser Malaysia dalam ranking FIFA yang diperbarui 1 April mendatang.

Bagi Timnas Indonesia, ini merupakan kesempatan untuk bangkit setelah sebelumnya tertinggal dari Malaysia pada bulan Oktober 2025.

Pada waktu itu, Indonesia gagal total dalam ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sedangkan, Malaysia berhasil meraih dua kemenangan dalam laga uji coba internasional melawan Singapura dan Palestina.

Namun, kemenangan tersebut kini telah dibatalkan oleh FIFA, termasuk hasil melawan Tanjung Verde pada akhir Mei 2025.

Striker naturalisasi timnas Malaysia, Joao Figueiredo. Pemain Johor Darul Tazim tersebut merupakan salah satu pemain yang terlibat dalam skandal naturalisasi Malaysia pada 2025.INSTAGRAM/Joao Figueiredo Striker naturalisasi timnas Malaysia, Joao Figueiredo. Pemain Johor Darul Tazim tersebut merupakan salah satu pemain yang terlibat dalam skandal naturalisasi Malaysia pada 2025.

Ranking Malaysia Terancam Turun

Saat ini, belum ada kepastian mengenai seberapa banyak kenaikan yang akan diperoleh oleh Timnas Indonesia.

Belum diketahui juga sejauh mana penurunan ranking yang akan dialami oleh Malaysia.

Media dari Vietnam, The Thao 247, memprediksi bahwa Malaysia dapat terlempar dari peringkat 130 dunia.

"Dua kekalahan yang telah disebutkan pasti akan mengakibatkan 'Harimau Malaya' kehilangan poin, dan ada kemungkinan mereka akan terlempar dari peringkat 130 dunia," tulis The Thao 247.

FIFA Series Buka Kesempatan Timnas Indonesia Petik Poin

Timnas Indonesia juga berpotensi mendapatkan poin untuk mendongkrak ranking FIFA. Pada akhir bulan Maret 2026, Indonesia akan berpartisipasi dalam turnamen FIFA Series 2026.

Skuad Garuda dijadwalkan bertanding melawan Saint Kitts and Nevis pada tanggal 27 Maret 2026.

Jika berhasil menang, mereka akan menghadapi pemenang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon pada tanggal 30 Maret 2026.

Kemenangan dalam turnamen tersebut akan semakin mengangkat peringkat FIFA Timnas Indonesia dan menjauhkan mereka dari Malaysia dalam ranking tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau