Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arteta Dikritik Usai Mainkan Kepa di Final Piala Liga, Disebut Berutang Pada Fans Arsenal

Kompas.com, 24 Maret 2026, 09:01 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Mikel Arteta menjadi sosok yang paling disorot atas kekalahan Arsenal di final Piala Liga Inggris melawan Manchester City dengan skor 2-0.

Pertandingan Arsenal vs Manchester City digelar di Stadion Wembley, London, pada Minggu (22/3/2026) malam WIB.

Dua gol Nico O'Reilly (60', 64') yang bersarang di gawang Kepa Arrizabalaga membuat misi quadruple Arsenal musim ini dipastikan gagal.

Pengamat sepak bola Inggris, Jamie Redknapp memberikan kritik pedas kepada Mikel Arteta yang dianggap menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kekalahan Arsenal.

Baca juga: Kata Rooney Man City Bakal Sulit Kejar Arsenal di Liga Inggris

Arteta disebut melakukan blunder fatal dengan memainkan Kepa Arrizabalaga yang belakangan menjadi kambing hitam atas gol pertama Nico O'Reilly.

Kiper asal Spanyol itu gagal menangkap bola dengan sempurna sehingga jatuh ke O'Reilly yang berada di tiang jauh.

Meski Kepa dianggap berjasa membawa Arsenal melaju ke partai final, keputusan untuk memainkannya dan menyimpan David Raya bukan hal yang bijak di laga penting.

Hal tersebut yang menjadi bahan cibiran dari Redknapp termasuk Jamie Carragher.

"Dia direkrut sebagai pemain nomor 2 dan dia tidak cukup bagus di level tertinggi - kita sudah melihatnya di Chelsea," katanya di Sky Sports.

Baca juga: Arteta Disebut Salah Fatal Mainkan Kepa Saat Arsenal Dibekuk Man City

Arteta Berutang Pada Fans Arsenal

Sesaat setelah pertandingan berakhir, Mikel Arteta memberikan pembelaan kepada Kepa meski dianggap melakukan kesalahan fatal.

“Saya membuat keputusan sebelum pertandingan berdasarkan apa yang telah dia lakukan sepanjang musim, fakta bahwa dia bermain di kompetisi ini dan membantu kami berada di posisi sekarang. Akan sangat tidak adil jika memilih pemain lain,” katanya menjelaskan. 

Arteta merasa jika Kepa layak bermain dan kekalahan tersebut bagian dari sepak bola.

"Saya akan melakukannya lagi, dia pantas bermain. Kesalahan adalah bagian dari sepak bola dan siapa pun bisa melakukannya," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.

Baca juga: Curhat Mikel Arteta Usai Arsenal Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris

Sementara itu, Jamie Carragher memiliki pandangan berbeda tentang keputusan tersebut. Secara tersirat, ia menyebut jika keputusan itu fatal baginya.

Apapun alasannya, kekalahan ini sangat disayangkan karena Arsenal kembali gagal meraih trofi di bawah arahan Arteta.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau