Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Risiko, Go Ahead Eagles Pilih "Parkir" Dean James Imbas Polemik Paspor

Kompas.com, 31 Maret 2026, 07:40 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Polemik paspor yang menimpa pemain Timnas Indonesia, Dean James memasuki babak baru.

Isu ini mulai mencuat beberapa pekan lalu, berawal dari kasus Dean James setelah NAC Breda mempertanyakan status kewarganegaraannya.

Keberatan tersebut muncul usai NAC Breda menelan kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles pada pekan ke-27 Liga Belanda.

Klub tersebut kemudian mengajukan protes kepada KNVB, dengan alasan bahwa tim asal Deventer itu menurunkan James yang diduga tidak memenuhi persyaratan untuk tampil.

Baca juga: Kata-kata Sumardji soal Polemik Dean James di Timnas Indonesia

Hal ini berkaitan dengan perubahan status kewarganegaraan Dean James yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia melalui proses naturalisasi pada 2025.

Setelah kasus ini mencuat, status paspor sejumlah pemain lain juga ikut diperiksa. Rekannya, Richonell Margaret, serta beberapa pemain non-Uni Eropa lainnya berpotensi menghadapi situasi serupa.

Pemain timnas Indonesia Dean James saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam. Pemain timnas Indonesia Dean James saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.

Saran untuk Parkir Pemain

Sebelumnya, KNVB meminta klub-klub di Belanda untuk melakukan investigasi dengan pendampingan hukum, guna memastikan seluruh dokumen izin kerja pemain telah memenuhi ketentuan.

Apabila ada pemain seperti Dean James yang memegang paspor Indonesia namun tidak lagi memiliki kewarganegaraan Belanda, maka ia wajib mengantongi izin tinggal dan izin kerja agar dapat berkarier di Belanda.

Selain itu, statusnya sebagai pemain non-Uni Eropa mengharuskannya menerima gaji di atas enam ratus ribu euro.

Baca juga: Kata John Herdman soal Pencoretan Dean James dari Skuad Timnas Indonesia

Sebagai solusi alternatif, organisasi pengusaha FBO pun merekomendasikan agar klub-klub untuk sementara menepikan pemain terkait.

Selain itu, disarankan agar klub yang terindikasi kasus tidak mengikutsertakan mereka dalam latihan demi menghindari potensi sanksi dari badan ketenagakerjaan.

Sebelumnya, FC Emmen juga telah mengambil langkah dengan tidak lagi memainkan Tim Geypens dalam pertandingan apa pun.

Baca juga: Dean James Dicoret Timnas Indonesia, Sumardji: Tak Ada Masalah dengan Paspor

Dean James Ditepikan Sementara oleh Go Ahead Eagles

Respons tegas diberikan oleh Go Ahead Eagles menyikapi polemik yang terjadi dengan Dean James.

Mengutip dari Voetbal International, Dean James tidak berlatih bersama Go Ahead pada Senin (30/3/2026), karena klub juga tidak ingin mengambil risiko ini.

"Kami mengikuti saran dari FBO," kata juru bicara Go Ahead. 

Baca juga: Polemik Paspor Dean James Bisa Jadi Masalah Nasional, KNVB Rujuk ke Pemerintah Belanda

Sebelumnya, Dean James diturunkan pada laga melawan FC Utrecht, namun itu terjadi sebelum FBO mengeluarkan saran ini. 

Selain Dean James, investigasi juga sedang dilakukan terhadap situasi paspor para pemain internasional Suriname, termasuk penyerang Go Ahead, Margaret. 

Dia mungkin menghadapi nasib yang sama. Namun, Margaret saat ini sedang bersama tim nasional Suriname.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau