Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Jangan Sampai Salah!

Kompas.com, 31 Maret 2026, 08:28 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Memasuki bulan Syawal dan hari-hari setelah Ramadhan, banyak umat Islam mulai menunaikan kewajiban mengganti puasa yang tertinggal.

Pencarian seperti niat puasa qadha Ramadhan, niat puasa ganti Ramadhan, hingga niat qadha puasa Ramadhan pun meningkat, menandakan tingginya kesadaran untuk melunasi “utang” ibadah kepada Allah SWT.

Namun, masih banyak yang bingung: apakah niat harus diucapkan? Bagaimana lafaz yang benar? Berikut penjelasan lengkap yang mudah dipahami.

Baca juga: Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal, Boleh Digabung? Ini Penjelasan Ulama yang Perlu Diketahui

Niat Puasa Qadha Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya

Bagi yang ingin melafalkan niat puasa ganti Ramadhan, berikut bacaan lengkapnya:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
*Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala*

Artinya:

“Saya niat puasa qadha dari bulan suci Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Niat ini sebaiknya sudah dihadirkan dalam hati sejak malam hari sebelum menjalankan puasa.

Tidak Harus Dilafalkan, yang Penting di Hati

Banyak ulama menegaskan bahwa inti dari niat adalah keyakinan dalam hati, bukan sekadar ucapan di lisan.

Pendakwah seperti Buya Yahya menjelaskan bahwa selama seseorang sudah sadar dan berniat dalam hati untuk mengganti puasa Ramadhan, maka itu sudah sah.

Tidak perlu merasa terbebani jika tidak hafal lafaz panjang.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam beribadah, selama esensi niat benar-benar tertanam dalam hati.

Mana yang Harus Didahulukan? Qadha atau Sunnah Syawal

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: bolehkah mendahulukan puasa sunnah sebelum qadha?

Menurut Adi Hidayat, puasa qadha yang bersifat wajib harus menjadi prioritas utama dibanding puasa sunnah, termasuk puasa enam hari di bulan Syawal.

Ini karena Qadha adalah wajib, sedangkan Puasa Syawal merupakan sunnah.

Sehingga, yang wajib sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengejar pahala tambahan.

Jika Belum Sempat Qadha Hingga Wafat

Dalam kondisi tertentu, jika seseorang meninggal dunia masih memiliki hutang puasa, maka keluarga atau ahli waris dianjurkan untuk membantu mengqadhakannya.

Hal ini menjadi bentuk bakti dan kepedulian keluarga terhadap kewajiban ibadah yang belum sempat ditunaikan.

Baca juga: Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya

Kesimpulan: Mudah, Tapi Jangan Ditunda

Menunaikan puasa qadha Ramadhan tidaklah sulit. Kuncinya:

  • Niat cukup di dalam hati
  • Boleh dilafalkan untuk memantapkan
  • Dahulukan yang wajib dibanding sunnah

Dengan memahami niat puasa ganti Ramadhan secara benar, diharapkan setiap Muslim bisa menjalankan ibadah ini dengan tenang, tanpa rasa ragu atau was-was.

Jangan tunda, karena ini adalah kewajiban yang harus ditunaikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
4 Malaikat yang Datang Saat Seseorang Sakit, Salah Satunya Bertugas Menghapus Dosa
Aktual
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Peran Imam Al-Ghazali Jaga Akidah hingga Dijuluki Hujjatul Islam
Aktual
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Kisah Harut dan Marut di Babilonia: Benarkah Malaikat Ajarkan Sihir?
Aktual
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
6 Penghalang yang Membuat Doa Tidak Dikabulkan, Ini Penjelasan Ibnu Rajab
Doa dan Niat
 7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
7 Keistimewaan Khadijah, Istri Pertama Nabi Muhammad SAW yang Berjuluk Ummul Mukminin
Aktual
4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas
4 Cara Menghilangkan Sifat Riya Menurut Imam Al-Ghazali agar Ibadah Tetap Ikhlas
Aktual
Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah
Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah
Aktual
10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah
Doa dan Niat
Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel
Aktual
Sholawat Nariyah: Bacaan Lengkap, Arti, dan Keutamaannya
Sholawat Nariyah: Bacaan Lengkap, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Surat Yunus Ayat 40–41: Arab, Latin, Arti, Tafsir dan Makna Mendalam tentang Keimanan
Surat Yunus Ayat 40–41: Arab, Latin, Arti, Tafsir dan Makna Mendalam tentang Keimanan
Aktual
10 Doa di Pagi Hari agar Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki Lancar
10 Doa di Pagi Hari agar Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki Lancar
Aktual
Surat Shad Ayat 54: Arab, Latin, Arti, Tafsir, Keutamaan dan Amalan di Malam Nisfu Syaban
Surat Shad Ayat 54: Arab, Latin, Arti, Tafsir, Keutamaan dan Amalan di Malam Nisfu Syaban
Aktual
8 Doa di Bulan Syawal yang Dianjurkan Rasulullah dan Keutamaannya
8 Doa di Bulan Syawal yang Dianjurkan Rasulullah dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com