Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perancis Turun Tangan, Bakal Bantu Militer Lebanon Usai Digempur Israel

Kompas.com, 7 Maret 2026, 07:00 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

Sumber Anadolu

BEIRUT, KOMPAS.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan komitmennya untuk memberikan bantuan militer kepada Lebanon di tengah eskalasi serangan Israel. 

Langkah ini diambil guna memperkuat kedaulatan Lebanon dan mencegah negara tersebut terseret lebih jauh ke dalam konflik regional.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Kamis (5/3/2026), Macron merinci bahwa bantuan tersebut mencakup aspek teknis hingga logistik.

“Perancis akan memperkuat kerja samanya dengan Angkatan Bersenjata Lebanon dan akan menyediakan kendaraan angkut lapis baja, serta dukungan operasional dan logistik,” tulis Macron di platform media sosial X, dikutip dari Anadolu.

Baca juga: Iran Sendirian, Berapa Lama Bisa Lawan AS-Israel?

Dorongan gencatan senjata

Macron menegaskan pentingnya rencana penghentian operasi militer yang melibatkan Hizbullah dan Israel di sepanjang perbatasan. 

Ia memberikan tuntutan tegas kepada kedua belah pihak agar segera menahan diri.

“Hizbullah harus segera menghentikan tembakannya ke arah Israel. Israel harus menahan diri dari intervensi darat atau operasi skala besar di wilayah Lebanon," ujarnya.

"Pemerintah Lebanon telah memberi saya komitmen mereka untuk mengambil alih posisi yang dikuasai oleh Hizbullah dan sepenuhnya bertanggung jawab atas keamanan di seluruh wilayah nasional. Saya memberi mereka dukungan penuh,” sambungnya.

Baca juga: Iran Klaim Kapal Induk Lincoln Kabur dari Drone di Selat Hormuz, AS Buka Suara

Ia pun turut menyampaikan keprihatinannya tentang pengungsian warga sipil Lebanon.

Bantuan kemanusiaan Perancis akan segera dikirim sambil menegaskan kembali bahwa beberapa ton obat-obatan sedang dikirimkan, bersama dengan solusi tempat penampungan.

“Pada saat yang penuh bahaya ini, saya menyerukan kepada Perdana Menteri Israel untuk tidak memperluas perang ke Lebanon," jelas dia. 

"Saya menyerukan kepada para pemimpin Iran untuk tidak semakin menyeret Lebanon ke dalam perang yang bukan urusan mereka," tambahnya. 

Baca juga: Perang Timur Tengah Hari Ini: Iran Targetkan Kuwait, Israel Serang Lebanon dan Teheran

Hizbullah harus hormati kepentingan Lebanon

Menurutnya, Hizbullah harus melepaskan senjatanya dan menghormati kepentingan nasional Lebanon.

Untuk itu, kelompok itu wajib menunjukkan bahwa mereka bukanlah milisi yang menerima perintah dari luar negeri dan memungkinkan rakyat Lebanon untuk bersatu demi mempertahankan negara.

Diketahui, Israel dan Hezbollah telah saling melancarkan serangan lintas perbatasan sejak Senin (2/3/2026) menyusul serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran.

Serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 72 orang dan melukai hampir 450 orang, menurut pihak berwenang Lebanon.

Israel telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah, yang ditandatangani pada November 2024, dengan melakukan serangan hampir setiap hari yang telah menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.

Israel memulai serangannya terhadap Lebanon pada Oktober 2023 dan meningkatkannya menjadi perang skala penuh pada September 2024, menewaskan lebih dari 4.000 korban dan melukai 17.000 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau