Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dalih Serang Iran Tak Terbukti, AS Ulangi Kesalahan Invasi Irak?

Kompas.com, 26 Maret 2026, 12:30 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

WASHINGTON, KOMPAS.com - Memasuki pekan keempat, serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran tak kunjung mereda.

Berbagai laporan menyatakan, perang ini jauh melampaui ekspektasi para pejabat AS dan Israel yang semula merencanakan serangan singkat.

Laporan New York Times baru-baru ini, misalnya, mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Israel, Mossad menganggap pemerintahan Iran akan mudah digulingkan seiring terbunuhnya tokoh-tokoh kunci. 

Namun, harapan akan runtuhnya pemerintahan teokratis Teheran dari dalam justru tak kunjung terwujud hingga kini.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan balasan ke Negara Teluk dan membatasi Selat Hormuz, sehingga memicu krisis energi.

Baca juga: Demi Negosiasi, AS-Israel Hapus Dua Nama Pejabat Iran dari Daftar Target

Dalih AS serang Iran yang belum terbukti

Presiden AS, Donald Trump sejak awal menuding Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan itu juga menjadi alasan utama AS-Israel menyerang Iran.

Trump berulang kali menyatakan bahwa ia memerintahkan serangan terhadap Iran bersama Israel pada 28 Februari karena adanya ancaman yang segera terjadi.

Padahal, temuan badan intelijen AS menunjukkan hasil yang bertolak belakang.

Berdasarkan temuan itu, dikutip dari AFP, Iran kini tidak sedang membangun kembali kapasitas pengayaan nuklirnya yang sebelumnya dihancurkan dalam serangan militer.

Baca juga: Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui

“Sebagai hasil dari Operasi Midnight Hammer, program pengayaan nuklir Iran telah dilenyapkan,” kata Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, Rabu (18/3/2026), dalam kesaksian tertulisnya di hadapan Komite Intelijen Senat, merujuk pada serangan AS pada Juni 2025.

“Sejak saat itu, tidak ada upaya untuk mencoba membangun kembali kemampuan pengayaan mereka,” sambungnya.

Selain nuklir, tuduhan Trump mengenai rudal Iran yang bisa menjangkau Washington juga tak terbukti.

Masih dari temuan intelijen AS, Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe menolak mengonfirmasi klaim bahwa Teheran akan memiliki kemampuan rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam waktu enam bulan ke depan.

Gabbard menegaskan kembali penilaian Badan Intelijen Pertahanan bahwa Iran memerlukan waktu setidaknya satu dekade untuk mengatasi hambatan teknologi guna memproduksi senjata yang bisa menjangkau AS.

Baca juga: Jika AS Nekat Lakukan Invasi Darat, Iran Akan Tutup Laut Merah

Dejavu invasi AS ke Irak 2003

Seorang tentara AS mengamati para pekerja membongkar salah satu patung dada perunggu raksasa Saddam Hussein di bekas istana kepresidenan di Baghdad, 2 Desember 2003. Koalisi pimpinan AS terlibat dalam pemindahan empat kepala perunggu besar pemimpin Irak yang digulingkan, Saddam Hussein, yang menghiasi bekas istana kepresidenannya di Baghdad, yang sekarang menjadi markas pengawas AS, Paul Bremer. Koalisi mengalokasikan 35.000 dolar untuk pemindahan kepala-kepala tersebut yang menggambarkan Saddam yang berwajah tegas dan mengenakan helm sebagai pejuang heroik Arab, Saladin. PETER KUJUNDZIC Seorang tentara AS mengamati para pekerja membongkar salah satu patung dada perunggu raksasa Saddam Hussein di bekas istana kepresidenan di Baghdad, 2 Desember 2003. Koalisi pimpinan AS terlibat dalam pemindahan empat kepala perunggu besar pemimpin Irak yang digulingkan, Saddam Hussein, yang menghiasi bekas istana kepresidenannya di Baghdad, yang sekarang menjadi markas pengawas AS, Paul Bremer. Koalisi mengalokasikan 35.000 dolar untuk pemindahan kepala-kepala tersebut yang menggambarkan Saddam yang berwajah tegas dan mengenakan helm sebagai pejuang heroik Arab, Saladin.

Halaman:


Terkini Lainnya
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau