Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merasa Dibohongi Zelensky, AS Mau Alihkan Pasokan Senjata Ukraina ke Timur Tengah

Kompas.com, 28 Maret 2026, 12:21 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Euronews

PARIS, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Rubio menuding pemimpin Ukraina tersebut telah berbohong terkait tuntutan Washington dalam kesepakatan damai dengan Rusia.

Perselisihan ini bermula dari pernyataan Zelensky dalam sebuah wawancara yang menyebut bahwa AS menekan Ukraina untuk menyerahkan wilayah Donbas atau Ukraina timur kepada Rusia. 

Baca juga: Perang Iran Alihkan Perhatian Dunia, Bagaimana Nasib Ukraina?

Menurut Zelensky, hal itu diminta AS sebagai syarat sebelum memfinalisasi jaminan keamanan pascaperang bagi Ukraina.

Menanggapi hal tersebut, Rubio dengan tegas membantahnya saat berbicara kepada wartawan di Paris, Perancis, usai pertemuan dengan negara-negara anggota G7.

"Itu bohong," ujar Rubio singkat saat ditanya mengenai pernyataan Zelensky, Jumat (27/3/2026), sebagaimana dilansir Euronews.

"Saya melihat dia (Zelensky) mengatakan hal itu dan sangat disayangkan dia mengatakannya, karena dia tahu itu tidak benar," lanjut Rubio.

Baca juga: Biaya Naik, Putin Minta Crazy Rich Rusia Sumbang Dana Perang Lawan Ukraina

Rubio menjelaskan bahwa posisi AS sebenarnya berkaitan dengan logika keterlibatan perang, bukan pertukaran wilayah. 

Dia menekankan bahwa jaminan keamanan baru bisa diberikan setelah konflik bersenjata berakhir.

Rubio juga menegaskan bahwa syarat tersebut tidak berkaitan dengan penyerahan wilayah.

"Hal itu tidak dikaitkan dengan keharusan dia menyerahkan wilayah. Saya tidak tahu mengapa dia mengatakan hal-hal seperti itu. Itu tidak benar," tambahnya.

Kritik pedas ini tergolong mencolok mengingat rekam jejak Rubio. Mantan senator ini sebelumnya dikenal sebagai sosok hawkish yang cenderung lebih mendukung Ukraina dibandingkan tokoh-tokoh lain di lingkaran Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Trump Klaim Tak Butuh Bantuan Zelensky Tangani Drone Iran, Suruh Akhiri Perang Ukraina

Prioritas "America First" dan isu Iran

Selain masalah Donbas, Rubio juga menyinggung kemungkinan pengalihan bantuan militer Ukraina untuk mendukung kepentingan AS dalam konflik dengan Iran. 

Dia menyatakan keterbukaan Washington untuk menggeser bantuan persenjataan setelah AS dan Israel menyerang Iran yang dimulai pada 28 Februari.

"Belum ada yang dialihkan saat ini, tetapi itu bisa saja terjadi," ungkap Rubio. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau