Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentagon Cemas Kehabisan Rudal Tomahawk, Stok Disebut Menipis untuk Serang Iran

Kompas.com, 29 Maret 2026, 17:19 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat dilaporkan telah menembakkan sekitar 850 rudal Tomahawk ke Iran dalam perang yang kini memasuki pekan keempat, yang memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Pentagon terkait menipisnya persediaan.

Sejumlah pejabat bahkan menyebut stok yang tersisa berada pada level yang “mengkhawatirkan”.

Meski demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa militernya tetap memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan operasi.

Baca juga: Stok Rudal Pencegat Diyakini Sedang Kritis, Pertahanan Israel Mulai Goyah?

Kekhawatiran stok rudal menipis

Diberitakan The Independent, Jumat (27/3/2026), beberapa pejabat Pentagon mengungkapkan kekhawatiran atas persediaan rudal Tomahawk yang disebut sangat rendah setelah digunakan secara intensif dalam perang di Iran.

Seorang pejabat bahkan menyebut stok tersebut mendekati kondisi “Winchester”, istilah militer yang berarti hampir kehabisan amunisi.

Menurut laporan, laju penggunaan rudal dalam perang yang dimulai pada 28 Februari itu mendorong pembahasan internal untuk meningkatkan produksi dan pasokan.

Para pejabat juga menyebut jumlah Tomahawk yang tersisa di kawasan Timur Tengah sudah berada di titik kritis.

Digunakan sejak awal perang

Tayangan stasiun televisi Iran, IRIB, memperlihatkan situasi setelah serangan Iran ke Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Iran, yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan menyebabkan 60 korban luka-luka pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini terjadi ketika perang Amerika-Israel melawan Iran berlangsung.IRIB TV/ALEX MITA via AFP Tayangan stasiun televisi Iran, IRIB, memperlihatkan situasi setelah serangan Iran ke Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Iran, yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan menyebabkan 60 korban luka-luka pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini terjadi ketika perang Amerika-Israel melawan Iran berlangsung.

Sebagian besar rudal Tomahawk digunakan pada hari-hari pertama konflik. Rudal ini dikenal sebagai senjata jarak jauh yang dapat diluncurkan dari kapal perang Angkatan Laut maupun kapal selam.

Setiap unit rudal Tomahawk diperkirakan bernilai lebih dari 2 juta dolar AS. Dengan jumlah penggunaan mencapai ratusan, biaya operasi militer ini pun menjadi sangat besar.

Dalam salah satu insiden, rudal Tomahawk diduga menjadi penyebab serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri di kota Minab, Iran selatan, pada akhir pekan pertama perang.

Berdasarkan temuan awal investigasi, serangan itu menewaskan 175 orang, termasuk anak-anak.

Baca juga: Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik, Mulai Gabung Perang Iran

Seperempat stok telah digunakan

Jumlah pasti persediaan rudal Tomahawk bersifat rahasia. Namun, analis memperkirakan 850 rudal yang telah digunakan setara dengan sekitar seperempat dari total stok militer AS.

Pusat kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan Angkatan Laut AS memiliki sekitar 3.000 rudal Tomahawk sebelum perang dimulai bulan lalu.

Penasihat senior CSIS, Mark Cancian, mengatakan bahwa penggunaan lebih dari 800 rudal akan berdampak signifikan terhadap kesiapan militer di kawasan lain.

Halaman:


Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau