Penulis
WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat dilaporkan telah menembakkan sekitar 850 rudal Tomahawk ke Iran dalam perang yang kini memasuki pekan keempat, yang memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Pentagon terkait menipisnya persediaan.
Sejumlah pejabat bahkan menyebut stok yang tersisa berada pada level yang “mengkhawatirkan”.
Meski demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa militernya tetap memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan operasi.
Baca juga: Stok Rudal Pencegat Diyakini Sedang Kritis, Pertahanan Israel Mulai Goyah?
Diberitakan The Independent, Jumat (27/3/2026), beberapa pejabat Pentagon mengungkapkan kekhawatiran atas persediaan rudal Tomahawk yang disebut sangat rendah setelah digunakan secara intensif dalam perang di Iran.
Seorang pejabat bahkan menyebut stok tersebut mendekati kondisi “Winchester”, istilah militer yang berarti hampir kehabisan amunisi.
Menurut laporan, laju penggunaan rudal dalam perang yang dimulai pada 28 Februari itu mendorong pembahasan internal untuk meningkatkan produksi dan pasokan.
Para pejabat juga menyebut jumlah Tomahawk yang tersisa di kawasan Timur Tengah sudah berada di titik kritis.
Tayangan stasiun televisi Iran, IRIB, memperlihatkan situasi setelah serangan Iran ke Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Iran, yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan menyebabkan 60 korban luka-luka pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini terjadi ketika perang Amerika-Israel melawan Iran berlangsung.Sebagian besar rudal Tomahawk digunakan pada hari-hari pertama konflik. Rudal ini dikenal sebagai senjata jarak jauh yang dapat diluncurkan dari kapal perang Angkatan Laut maupun kapal selam.
Setiap unit rudal Tomahawk diperkirakan bernilai lebih dari 2 juta dolar AS. Dengan jumlah penggunaan mencapai ratusan, biaya operasi militer ini pun menjadi sangat besar.
Dalam salah satu insiden, rudal Tomahawk diduga menjadi penyebab serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri di kota Minab, Iran selatan, pada akhir pekan pertama perang.
Berdasarkan temuan awal investigasi, serangan itu menewaskan 175 orang, termasuk anak-anak.
Baca juga: Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik, Mulai Gabung Perang Iran
Jumlah pasti persediaan rudal Tomahawk bersifat rahasia. Namun, analis memperkirakan 850 rudal yang telah digunakan setara dengan sekitar seperempat dari total stok militer AS.
Pusat kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan Angkatan Laut AS memiliki sekitar 3.000 rudal Tomahawk sebelum perang dimulai bulan lalu.
Penasihat senior CSIS, Mark Cancian, mengatakan bahwa penggunaan lebih dari 800 rudal akan berdampak signifikan terhadap kesiapan militer di kawasan lain.