Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasukan Elite AS Tiba di Timur Tengah, Susul Ribuan Marinir ke Dekat Iran

Kompas.com, 31 Maret 2026, 10:26 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com – Ratusan pasukan elite Amerika Serikat dilaporkan telah tiba di Timur Tengah di tengah eskalasi konflik dengan Iran yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

Kehadiran mereka melengkapi ribuan Marinir dan pasukan lintas udara Angkatan Darat yang lebih dulu dikerahkan ke kawasan tersebut.

Langkah ini disebut sebagai upaya memberi Presiden Donald Trump lebih banyak opsi militer dalam menghadapi Iran. Namun, misi spesifik pasukan elite tersebut hingga kini belum diumumkan secara resmi.

Baca juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Ultimatum jika Perundingan Gagal

Pasukan elite sudah tiba

Menurut laporan The New York Times, Minggu (29/3/2026), dua pejabat militer AS mengatakan bahwa beberapa ratus personel Pasukan Operasi Khusus, termasuk Navy SEALs dan Army Rangers, telah tiba di Timur Tengah.

Mereka bergabung dengan ribuan Marinir serta pasukan lintas udara yang telah lebih dulu berada di kawasan.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut pasukan komando itu belum diberi tugas khusus.

Namun, sebagai pasukan darat terlatih, mereka dapat digunakan untuk berbagai operasi strategis.

Beberapa kemungkinan misi mencakup pengamanan Selat Hormuz yang saat ini praktis tertutup akibat serangan Iran, operasi perebutan Pulau Kharg—pusat ekspor minyak Iran di Teluk Persia—hingga misi yang menargetkan stok uranium yang diperkaya di fasilitas nuklir Isfahan.

Secara keseluruhan, jumlah pasukan AS di Timur Tengah kini telah melampaui 50.000 personel, meningkat sekitar 10.000 dari jumlah normal.

Mereka tersebar di berbagai pangkalan dan kapal di kawasan seperti Arab Saudi, Bahrain, Irak, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Tambahan kekuatan terbaru mencakup sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut yang baru tiba.

Selain itu, Pentagon juga telah mengerahkan sekitar 2.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 untuk memperkuat opsi militer Trump.

Lokasi pasukan lintas udara tersebut dirahasiakan, namun disebut berada dalam jarak serang terhadap Iran.

Mereka juga berpotensi dilibatkan dalam operasi darat bersama Marinir, termasuk di Pulau Kharg yang sebelumnya telah dibombardir lebih dari 90 target militer oleh pesawat tempur AS.

Selat Hormuz jadi fokus utama

Ilustrasi Selat Hormuz.Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.

Halaman:


Terkini Lainnya
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau