Penulis
TEHERAN, KOMPAS.com – Ratusan pasukan elite Amerika Serikat dilaporkan telah tiba di Timur Tengah di tengah eskalasi konflik dengan Iran yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Kehadiran mereka melengkapi ribuan Marinir dan pasukan lintas udara Angkatan Darat yang lebih dulu dikerahkan ke kawasan tersebut.
Langkah ini disebut sebagai upaya memberi Presiden Donald Trump lebih banyak opsi militer dalam menghadapi Iran. Namun, misi spesifik pasukan elite tersebut hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Baca juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Ultimatum jika Perundingan Gagal
Menurut laporan The New York Times, Minggu (29/3/2026), dua pejabat militer AS mengatakan bahwa beberapa ratus personel Pasukan Operasi Khusus, termasuk Navy SEALs dan Army Rangers, telah tiba di Timur Tengah.
Mereka bergabung dengan ribuan Marinir serta pasukan lintas udara yang telah lebih dulu berada di kawasan.
Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut pasukan komando itu belum diberi tugas khusus.
Namun, sebagai pasukan darat terlatih, mereka dapat digunakan untuk berbagai operasi strategis.
Beberapa kemungkinan misi mencakup pengamanan Selat Hormuz yang saat ini praktis tertutup akibat serangan Iran, operasi perebutan Pulau Kharg—pusat ekspor minyak Iran di Teluk Persia—hingga misi yang menargetkan stok uranium yang diperkaya di fasilitas nuklir Isfahan.
Secara keseluruhan, jumlah pasukan AS di Timur Tengah kini telah melampaui 50.000 personel, meningkat sekitar 10.000 dari jumlah normal.
Mereka tersebar di berbagai pangkalan dan kapal di kawasan seperti Arab Saudi, Bahrain, Irak, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Tambahan kekuatan terbaru mencakup sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut yang baru tiba.
Selain itu, Pentagon juga telah mengerahkan sekitar 2.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 untuk memperkuat opsi militer Trump.
Lokasi pasukan lintas udara tersebut dirahasiakan, namun disebut berada dalam jarak serang terhadap Iran.
Mereka juga berpotensi dilibatkan dalam operasi darat bersama Marinir, termasuk di Pulau Kharg yang sebelumnya telah dibombardir lebih dari 90 target militer oleh pesawat tempur AS.
Ilustrasi Selat Hormuz.