Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Klaim Negosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Ultimatum jika Perundingan Gagal

Kompas.com, 31 Maret 2026, 08:15 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di tengah konflik yang terus memanas.

Ia memberi sinyal bahwa Washington akan segera mengetahui dalam waktu sekitar satu pekan apakah kerja sama dengan Teheran dapat terjalin.

Di saat yang sama, Trump juga melontarkan ancaman keras terhadap infrastruktur energi Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Baca juga: Kapal Amfibi dan Bayang-Bayang Perang Darat di Iran

Pernyataan ini muncul setelah eskalasi serangan yang melibatkan Iran dan Israel dalam konflik yang telah berlangsung selama sebulan.

Ultimatum 1 pekan untuk Iran

Trump menyatakan bahwa keputusan terkait kemungkinan kerja sama dengan Iran akan segera terlihat dalam waktu dekat.

“Kita akan segera tahu,” ujar Trump, dikutip dari New York Post, Senin (30/3/2026).

“Saya akan memberi tahu Anda dalam waktu sekitar satu minggu,” imbuhnya.

Pernyataan ini merujuk pada sikap Ghalibaf dan pihak Iran terhadap kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Gedung Putih juga menegaskan bahwa Trump menargetkan tercapainya kesepakatan dengan Iran sebelum 6 April, yang menjadi tenggat waktu baru setelah penundaan serangan udara terhadap fasilitas energi Iran.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa pihak Iran yang terlibat dalam pembicaraan tampak lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.

“Orang-orang ini tampak lebih masuk akal di balik layar, dalam percakapan privat ini, dibandingkan beberapa pemimpin sebelumnya yang kini sudah tidak lagi berada di dunia ini,” ujarnya.

Klaim perubahan kepemimpinan di Iran

Rakyat Iran mengibarkan bendera nasional Iran dan memegang foto Ayatollah Mojtaba Khamenei saat mereka berkumpul untuk mendukung Pemimpin Tertinggi Iran yang baru di Lapangan Enghelab di pusat Teheran pada 9 Maret 2026. STRINGER / AFP Rakyat Iran mengibarkan bendera nasional Iran dan memegang foto Ayatollah Mojtaba Khamenei saat mereka berkumpul untuk mendukung Pemimpin Tertinggi Iran yang baru di Lapangan Enghelab di pusat Teheran pada 9 Maret 2026.

Trump juga mengeklaim telah terjadi perubahan besar dalam struktur kepemimpinan Iran. Ia menyebut kelompok lama telah tersingkir dan digantikan oleh figur-figur baru.

“Telah terjadi perubahan rezim secara total karena rezim sebelumnya sudah tidak ada dan kita berurusan dengan kelompok orang yang benar-benar baru,” kata Trump.

“Dan sejauh ini, mereka jauh lebih masuk akal.”

Baca juga: Spanyol Resmi Tutup Ruang Udara bagi Pesawat Militer AS, Tolak Perang Iran

Halaman:


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau