Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan nihil fatalitas (zero fatality) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang 2025.
Capaian tersebut diklaim sebagai bukti komitmen perusahaan dalam menjadikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai nilai utama.
Pencapaian ini diraih di tengah masih tingginya angka kecelakaan kerja nasional yang pada 2024 mencapai sekitar 300.000 kasus, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga: CEO yang Pernah Alami Bencana Disebut Lebih Peduli Keselamatan Kerja
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan peringatan Bulan K3 Nasional 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi atas penerapan budaya K3 di lingkungan SIG Group.
Menurut dia, komitmen terhadap K3 tidak hanya bertujuan mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tetapi juga memastikan kenyamanan dan produktivitas karyawan maupun mitra perusahaan.
Selain mencatat nihil fatalitas, pada 2025 SIG membukukan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) sebesar 0,13 dari target 0,3 dan Lost Time Injury Severity Rate (LTISR) sebesar 1,01 dari target 5.
Perusahaan juga menjalankan sejumlah program indikator pencegahan, di antaranya Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, Contractor Safety Management System (CSMS), Safety Academy, serta penguatan kesiapsiagaan tanggap darurat.
Atas kinerja tersebut, SIG meraih sejumlah penghargaan, termasuk Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan, penghargaan pengelolaan keselamatan pertambangan dari Kementerian ESDM, serta ICC-OSH Award.
Dalam rangkaian Bulan K3 Nasional 2026, SIG juga meluncurkan New Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang berisi 20 panduan keselamatan kerja. Pedoman tersebut disusun berdasarkan data statistik insiden dan risiko proses bisnis operasi perusahaan.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
Reni menambahkan, perusahaan mendorong transformasi kepemimpinan keselamatan menuju konsep Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), yakni kepemimpinan yang tidak hanya terlihat di lapangan tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja.
SIG merupakan BUMN klaster infrastruktur yang sahamnya 51 persen dimiliki Pemerintah Indonesia dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini membawahi sejumlah produsen semen nasional dan regional.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya