Penulis
BATAM, KOMPAS.com - Memasuki Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB), Riau, seakan menapaki masa depan.
Di pabrik pintar yang berdiri tahun 1999 ini, AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) dan manusia bekerja sama untuk memudahkan proses produksi. Semua kegiatan termonitor sehingga bisa menjadi data untuk berbagai tujuan, termasuk keberlanjutan.
Baca juga:
"Sebenarnya di tahun 2017 kita mulai melakukan transformasi digital menjadi smart factory. Sebenarnya memang really based on need (berdasarkan kebutuhan) karena proses sebelumnya itu sangat konvensional," kata Batam Cluster Plant Director, Schneider Electric Manufacturing Batam, Kodrat Sutarhadiyanto di SEMB, Selasa (24/2/2026).
Sebagai informasi, SEMB ditunjuk sebagai Indonesia National Lighthouse Industry 4.0 pertama oleh Kementerian Perindustrian. Artinya, implementasi transformasinya dinilai nyata, terukur, dan bisa jadi referensi bagi manufaktur lain di Indonesia.
Tak hanya itu, SEMB diakui sebagai Advanced 4th Industrial Revolution Lighthouse oleh World Economic Forum. Penghargaan ini diberikan ke pabrik yang menerapkan teknologi Industri 4.0 secara menyeluruh serta menghasilkan dampak bisnis dan keberlanjutan.
Pabrik pintar Schneider Electric berlokasi di kompleks Batamindo. Sebelum ke area pabrik, saya dan pengunjung lain memasuki ruangan Innovation Hub terlebih dulu.
Di ruangan ini, terdapat layar berisi instruksi keamanan dan presentasi, serta dinding yang dipadati aneka produk Schneider Electric.
Di sisi kanan, ada jendela kaca yang membatasi kami dengan area pabrik. Dari ruangan tempat saya berdiri, terdengar suara mesin dan lantunan lagu saling bersautan dari area tersebut.
Demi keamanan selama berjalan di area pabrik, alas kaki saya diganti dengan sepatu bersol karet agar tidak menghantarkan listrik. Ada juga penutup mata khusus bagi pengunjung yang tidak berkacamata.
Kami lantas dihadapkan dengan empat monitor yang memperlihatkan aneka angka, grafik, dan gambar. Monitor tersebut secara garis besar menjelaskan mengapa pabrik ini disebut pabrik pintar.
Baca juga:
Salah satu sudut Innovation Hub di Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB), Riau, pada Rabu (24/2/2026).Untuk mengetahui apa saja yang harus ditingkatkan dari pabrik tersebut, diperlukan data yang memadai. Setelahnya, data dipantau untuk memperoleh informasi penggunaan energi yang signifikan (significant energy use).
Jika sudah diketahui informasi significant energy use, langkah selanjutnya adalah pengambilan tindakan (action) yang disesuaikan dengan anggaran dari perusahaan untuk menentukan prioritas dan solusi.
Sebagai contoh, pabrik tersebut menggunakan HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) dengan konsumsi energi yang signifikan. Sebab, pendingin harus ada di setiap lantai di pabrik.
Maka dari itu, dikumpulkanlah data lewat pemasangan sensor, salah satunya untuk mengetahui dan memonitor kebutuhan temperatur dan kelembapan.
Dari situlah bisa dicari solusi yang bisa dilakukan. Misalnya, awalnya pabrik tersebut memerlukan chiller (pendingin) di tiap lantai, ternyata bisa dikurangi menjadi satu chiller untuk tiga lantai.
Kemudian, dipasang pula vertical blind (penutup jendela) guna mengurangi panas matahari masuk ke dalam ruangan.
Adapun AI membantu membaca data-data yang ada, lalu membuat prediksi dan penyesuaian secara otomatis.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya