Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Benarkah Orangtua Punya Anak Kesayangan? Ini Hasil Penelitiannya

KOMPAS.com - Sebuah studi mengungkap, anak sulung perempuan adalah sosok yang paling sering mendapatkan tempat istimewa di hati orangtua, dibandingkan saudara kandung lainnya.

Data dari penelitian yang berbasis di Inggris menunjukkan, hampir 74 persen ibu dan 70 persen ayah mengaku, mereka menunjukkan sikap pilih kasih terhadap salah satu anak mereka.

Temuan ini diperkuat oleh riset dari Brigham Young University (BYU) yang mendalami bagaimana urutan kelahiran dan tipe kepribadian tertentu berkontribusi pada pemberian perlakuan istimewa tersebut.

“Terkadang orangtua begitu khawatir tentang memperlakukan anak-anak mereka dengan cara yang sama, sehingga mereka mungkin mengabaikan kebutuhan individu,” kata penulis utama studi dan profesor di BYU School of Family Life, Alex Jensen, mengutip Best Life, Rabu (18/3/2026).

Anak sulung perempuan jadi anak emas di keluarga

Studi yang telah melalui tinjauan sejawat dan dipublikasikan dalam jurnal Psychological Bulletin ini memberikan gambaran jelas bahwa anak sulung, khususnya perempuan, cenderung mendapatkan "perlakuan VIP".

Keistimewaan ini sering kali muncul dalam bentuk pemberian kepercayaan yang lebih besar terkait kemandirian, serta kendali atas keputusan pribadi mereka.

Selain faktor urutan lahir, anak-anak yang memiliki karakter menyenangkan dan mudah bergaul juga menempati posisi yang sangat difavoritkan oleh orangtua.

Karakteristik anak yang diistimewakan

Dalam upaya memetakan pola perlakuan istimewa ini, tim peneliti melakukan analisis mendalam terhadap 19.469 partisipan.

Data tersebut dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah dan basis data terpercaya untuk melihat pengaruh gender, temperamen, hingga urutan kelahiran.

Meskipun ada persepsi umum bahwa anak bungsu biasanya lebih dimanjakan, data justru menunjukkan bahwa anak sulung perempuan dengan kepribadian yang baik memiliki keunggulan yang signifikan dalam mendapatkan perhatian lebih dari orangtua.

Keunggulan anak sulung sangat terlihat ketika berkaitan dengan pemberian otonomi atau kebebasan dalam mengatur diri sendiri.

Dari sisi psikologis, anak-anak yang menunjukkan sifat teliti dan kooperatif cenderung memiliki hubungan yang lebih harmonis dengan orang dewasa.

Para peneliti mencatat, bahwa tingkat konflik pada anak dengan kepribadian teliti jauh lebih rendah, yang pada akhirnya membuat mereka lebih disukai.

Secara keseluruhan, anak perempuan tetap menduduki peringkat tertinggi sebagai kelompok yang paling difavoritkan di berbagai kategori penilaian.

“Kebanyakan orangtua mungkin lebih mudah terhubung dengan satu anak dibandingkan anak lainnya, entah karena kepribadian, urutan kelahiran, jenis kelamin atau hal lain seperti minat yang sama,” ujar Jensen.

Risiko bagi anak yang tidak menjadi favorit

Kesenjangan perhatian di dalam rumah bukanlah tanpa risiko, terutama bagi anak yang merasa tidak menjadi favorit.

Studi tersebut memperingatkan bahwa anak-anak yang merasa kurang disukai dapat menghadapi konsekuensi negatif dalam perkembangan mereka.

Masalah ini bisa berkembang menjadi gangguan kesehatan mental, hingga kecenderungan untuk berperilaku buruk atau memberontak sebagai bentuk ekspresi dari rasa ketidakadilan yang mereka terima.

Jensen juga menekankan bahwa di luar persaingan antarsaudara, anak yang merasa tidak diinginkan atau diperlakukan tidak adil di rumah, sering kali membawa masalah tersebut ke lingkungan luar.

“Waspadalah terhadap hal-hal yang tampak tidak adil. Anak-anak akan memberi tahumu jika mereka merasa ada sesuatu yang tidak adil. Perhatikan mereka saat mereka menyatakannya,” kata Jensen.

“Entah mereka kehilangan perspektif dan pemahaman, atau kamu perlu melakukan beberapa perubahan dalam pola asuhmu. Pastikan kamu terbuka terhadap kemungkinan yang terakhir," lanjut dia.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, Jensen menyarankan agar orangtua mengedepankan kesabaran dan pendekatan yang sederhana.

Jika menyadari ada anak yang merasa tersisihkan karena tidak menjadi favorit, langkah terbaik adalah dengan sengaja meluangkan waktu berkualitas bersama mereka.

Melakukan aktivitas bersama yang disukai oleh anak dapat membantu memulihkan ikatan batin dan mengurangi rasa cemburu terhadap saudara lainnya.

“Hubungan membutuhkan waktu, dan waktu bersama untuk melakukan berbagai hal akan memberikan banyak manfaat positif,” terang Jensen.

“Kami tidak menyarankan orangtua untuk merasa bersalah. Sebaliknya, orangtua dapat melihat penelitian ini dan menggunakannya sebagai dorongan untuk melihat bagian mana yang dapat mereka tingkatkan, tanpa harus bertindak ekstrem,” pungkas dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2026/03/19/160300720/benarkah-orangtua-punya-anak-kesayangan-ini-hasil-penelitiannya

Terkini Lainnya

Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com