Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Anak Indonesia Alami Gejala Cemas dan Depresi, Psikolog Jelaskan Penyebabnya

Kompas.com, 14 Maret 2026, 12:31 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa berupa kecemasan dan depresi pada ratusan ribu anak di Indonesia. 

Temuan ini didapatkan setelah sekitar 7 juta anak menjalani skrining kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada periode 2025–2026.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338.000 anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). 

Baca juga: 5 Cara Menjelaskan Kabar Buruk kepada Anak agar Tidak Memicu Kecemasan

Sementara itu, sekitar 4,8 persen atau sekitar 363.000 anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).

Temuan ini memunculkan kekhawatiran sekaligus pertanyaan mengenai faktor yang menyebabkan banyak anak mengalami masalah kesehatan mental sejak usia dini. Lantas, apa saja faktor yang bisa memicu kecemasan dan depresi pada anak?

5 Faktor penyebab cemas dan depresi pada anak

1. Faktor biologis yang memengaruhi kondisi mental anak

Salah satu faktor yang dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi pada anak berasal dari aspek biologis.

“Faktor ini bisa karena hormon, pubertas, kondisi fisik,” ujar Psikolog klinis anak dan remaja Lydia Agnes Gultom, M.Psi. kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).

Perubahan biologis pada masa pertumbuhan, terutama saat memasuki masa pubertas, dapat memengaruhi kondisi emosional anak. 

Perubahan hormon yang terjadi pada fase ini sering kali membuat anak menjadi lebih sensitif secara emosional.

Selain itu, kondisi kesehatan fisik tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan mental anak. 

Anak yang memiliki penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu berpotensi mengalami tekanan emosional yang lebih besar dibandingkan anak lain seusianya.

2. Faktor psikologis seperti trauma dan rendahnya kepercayaan diri

Selain faktor biologis, kondisi psikologis anak juga berperan besar dalam munculnya gejala kecemasan maupun depresi.

Baca juga: Gejala Depresi pada Anak yang Perlu Diwaspadai

“Misalnya kepercayaan diri yang rendah, ketidakmampuan meregulasi emosi, ada pengalaman trauma,” jelas Lydia.

Anak yang memiliki kepercayaan diri rendah atau kesulitan mengelola emosi cenderung lebih rentan mengalami tekanan psikologis. Situasi ini bisa semakin kompleks jika anak pernah mengalami pengalaman traumatis.

Trauma yang tidak tertangani dengan baik dapat meninggalkan dampak emosional jangka panjang. Hal ini kemudian dapat memicu munculnya kecemasan berlebih maupun perasaan sedih yang berkepanjangan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau