KOMPAS.com – Memiliki kulit sehat dan glowing tidak selalu bergantung pada produk mahal atau rutinitas skincare berlapis-lapis. Faktanya, para dermatolog justru menyarankan untuk menghindari sejumlah kebiasaan yang dianggap merusak kulit tanpa disadari.
Menurut sejumlah ahli kulit, kesalahan kecil dalam rutinitas perawatan bisa berdampak besar dalam jangka panjang, mulai dari iritasi hingga mempercepat penuaan dini.
Simak 6 hal yang sebaiknya tidak dilakukan jika ingin menjaga kesehatan kulit.
Tren skincare berlapis hingga 10 langkah mungkin terlihat menarik, tetapi tidak selalu baik untuk kulit. Penggunaan terlalu banyak produk bisa membuat kulit kewalahan.
“Saya tidak akan melakukan rutinitas perawatan kulit 10 langkah. Terlalu banyak produk bisa menyebabkan iritasi dan jerawat,” ujar dermatolog Cindy Wassef, MD, disadur Women’s Health, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, semakin banyak produk yang digunakan, semakin sulit mengetahui mana yang benar-benar bekerja. Selain itu, lapisan produk yang berlebihan juga bisa menghambat penyerapan bahan aktif.
Baca juga: Waspadai, 4 Cara Menghilangkan Komedo Ini Malah Merusak Kulit
Paparan sinar matahari merupakan salah satu penyebab utama kerusakan kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen tidak boleh dilewatkan, bahkan saat cuaca mendung.
“Ini adalah bagian terpenting. Saya tidak akan menghabiskan banyak uang untuk skincare tapi melewatkan sunscreen,” kata Wassef.
Dermatolog Susan Massick menambahkan, penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mencegah flek hitam, kerutan, hingga pembesaran pori-pori.
Ia menegaskan, perlindungan dari sinar UV adalah langkah paling sederhana namun efektif.
Baca juga: Wajah Anti-Kusam Saat Lebaran, Pilih Mineral atau Chemical Sunscreen?
Banyak orang mengandalkan krim antibiotik untuk mengatasi luka kecil atau jerawat. Namun, ahli memperingatkan bahwa produk tertentu justru bisa memicu masalah baru.
“Ini sangat tidak disarankan karena bisa menyebabkan dermatitis kontak,” ujar dermatolog Ife J. Rodney, MD.
Penggunaan bahan seperti neomycin dapat memicu kemerahan, iritasi, bahkan memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, penggunaan produk ini sebaiknya sesuai anjuran dokter.
Kebiasaan memencet jerawat mungkin sulit dihindari, tetapi efeknya bisa merusak kulit dalam jangka panjang.
“Ini menyebabkan trauma dan peradangan pada kulit di sekitarnya,” kata Rodney.