KOMPAS.com - Maraton silaturahmi selama periode libur Lebaran dapat membuat energi sosial orang introvert terkuras habis.
Tuntutan untuk terus tersenyum, berbincang dengan banyak sanak saudara, hingga bertukar cerita liburan dengan rekan kerja saat kembali ke kantor, membutuhkan energi ekstra, yang bisa memicu rasa kewalahan di akhir pekan.
Profesor klinis psikologi di Augsburg University, Laurie Helgoe, PhD, menuturkan, mengalami burnout sosial seperti ini bukan berarti kamu orang yang payah. Kelelahan sosial justru merupakan alarm alami tubuh yang menandakan bahwa kamu butuh waktu istirahat yang berkualitas.
“Ketika kamu berinteraksi dengan orang lain, kamu memproses banyak informasi, dan jika terlalu banyak sekaligus, tidak heran kamu akan kewalahan atau merasa sulit untuk rileks,” tutur dia, mengutip SELF Magazine, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Tips Bagi Introvert agar Punya Hubungan Sosial yang Menyehatkan
Dalam banyak kasus, menyendiri adalah solusi yang paling sederhana. Namun, tidak semua metode perawatan diri, terasuk menyendiri, memberikan hasil yang sama.
Kendati demikian, ada beberapa cara yang terbukti dapat membantu mengisi kembali baterai sosial yang habis terkuras. Berikut yang bisa kamu lakukan pada akhir pekan mendatang.
Ilustrasi baca bukuTerkadang, otak hanya membutuhkan jeda dari rentetan pertanyaan basa-basi keluarga atau beban obrolan seputar pekerjaan. Dalam situasi ini, mencari pelarian melalui cerita fiksi yang ringan bisa sangat membantu menenangkan pikiran.
“Selami novel misteri, fantasi, atau romantis yang memikat, atau tenggelam dalam serial TV favorit kamu,” ujar Helgoe.
Langkah ini tidak hanya mampu memperbaiki suasana hati yang memburuk setelah sepekan penuh berkumpul dan bertemu banyak orang, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pikiran untuk melepaskan diri dari stres kehidupan nyata sehari-hari.
Baca juga: Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Meredakan Stres
Setelah berhari-hari menghabiskan waktu di ruang tamu keluarga besar atau "terkurung" di kantor, mengubah suasana lingkungan bisa memberikan efek pemulihan yang mengejutkan.
Saat kamu mendambakan waktu untuk menyendiri, cobalah berjalan-jalan santai di luar ruangan. Bagi kamu yang tinggal di lingkungan perkotaan, sekadar duduk di bangku taman sembari mendengarkan lagu favorit sudah cukup membantu.
Berada di luar ruangan, meski hanya sesaat, akan memberikan jeda fisik dan mental dari stimulasi sosial yang tidak ada hentinya. Paparan ruang hijau juga terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan hormon kebahagiaan.
Baca juga: Mengatasi Stres Tanpa Keluar Rumah, Cukup Bayangkan Alam!
Ilustrasi berjalan kaki.Mendengarkan keluhan teman atau menghadapi kerabat yang terus melontarkan komentar menyebalkan tentu memicu rasa kesal dan keinginan untuk menjauh.
Namun, terus memikirkan momen tersebut hanya akan memperburuk keadaan, terutama ketika momen sudah lewat.