Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Meredakan Stres

Kompas.com, 27 Maret 2026, 07:00 WIB
Aliyah Shifa Rifai,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah gaya hidup serba cepat, aktivitas memasak kerap dianggap sebagai tugas rumah tangga yang melelahkan dan memakan waktu. Padahal, memasak dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi kesehatan mental.

Robert Castellano, M.S., kandidat doktor psikologi klinis di Saybrook University yang bekerja di bidang layanan kesehatan mental, menyebut bahwa memasak dapat menjadi aktivitas yang mendukung kesejahteraan emosional.

“Memasak bisa menjadi pengalaman yang bermakna secara psikologis, bukan hanya sekadar aktivitas untuk menyiapkan makanan,” ujarnya, dikutip dari Psychology Today, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Alat Masak Berkualitas Bisa Dukung Kesehatan Keluarga

Menurutnya, aktivitas ini dapat membantu meningkatkan kesadaran diri, kreativitas, hingga membangun koneksi sosial.

Memasak sebagai Bentuk Mindfulness

Castellano menjelaskan bahwa memasak merupakan aktivitas yang melibatkan banyak indera, mulai dari menyentuh bahan makanan, mencium aroma, hingga melihat perubahan bentuk makanan saat dimasak.

Menurut Castellano, proses ini mendorong seseorang untuk fokus pada momen saat ini sehingga dapat membantu mengalihkan pikiran dari kecemasan atau pikiran negatif.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir secara penuh pada saat ini (present moment).

Dengan terlibat dalam aktivitas sederhana seperti mengaduk atau memotong bahan makanan, seseorang dapat merasakan efek menenangkan yang serupa dengan meditasi.

Baca juga: Masak Pakai Air Fryer atau Microwave Bisa Turunkan Gizi Makanan? Simak Jawaban Pakar

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Selain itu, memasak juga dapat meningkatkan rasa percaya diri atau self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuannya menyelesaikan suatu tugas.

“Memasak memberikan hasil yang nyata berupa hidangan, sehingga seseorang dapat merasakan pencapaian dari usaha yang dilakukan,” kata Castellano.

Ia menambahkan, keberhasilan dalam memasak dapat memberikan rasa kontrol di tengah situasi yang tidak pasti, sehingga membantu memperkuat kondisi mental.

Baca juga: 6 Tips Masak Salmon yang Dapat Meningkatkan Rasa dan Kualitas

Sarana Ekspresi Kreativitas

Memasak juga dapat menjadi bentuk ekspresi diri. Seseorang dapat bereksperimen dengan berbagai bahan, rasa, dan penyajian makanan.

Aktivitas kreatif seperti ini diketahui dapat membantu seseorang memproses emosi dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

“Memasak berada di antara seni dan kebutuhan sehari-hari sehingga memungkinkan seseorang mengekspresikan diri sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Castellano.

Baca juga: Bukan Sekadar Iseng, Punya Hobi Justru Bermanfaat untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Membantu Mengelola Emosi dan Stres

Menurut Castellano, memasak juga dapat membantu mengatur emosi dan mengurangi stres karena melibatkan aktivitas yang terarah dan berulang.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau