Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Dominasi dan Kontrol Berlebih, Ciri Hubungan Asmara Tak Sehat

Kompas.com, 29 Maret 2026, 18:30 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

"Dalam kasus lain, itu bisa melibatkan ejekan atau mengolok-olok pendapat atau minat orang lain secara terang-terangan," kata Cherry.

Perlakuan tidak menyenangkan dan penolakan ini sering memicu berbagai emosi negatif yang mendalam, seperti rasa sakit hati, rasa malu, rasa bersalah, kesepian, hingga kecemasan sosial.

4. Terjebak dalam komunikasi yang buruk

Kunci utama dari ikatan yang kuat adalah komunikasi yang efektif. Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat kerap diwarnai dengan keengganan berdiskusi, sikap defensif, atau harapan tidak masuk akal agar pasangan bisa membaca pikiran.

Kegagalan dalam berkomunikasi ini bahkan telah terbukti secara ilmiah menjadi faktor pemicu perceraian yang dampaknya jauh lebih fatal dibandingkan masalah stres, komitmen, maupun perbedaan kepribadian.

Baca juga: 5 Bahasa Cinta dan Arti Pentingnya dalam Komunikasi

5. Munculnya sikap manipulatif dan saling menyalahkan

Seiring berjalannya waktu, tekanan hidup bisa memicu seseorang untuk menggunakan mekanisme pertahanan diri yang merusak kelancaran hubungan

Dinamika ini sering ditandai dengan munculnya pengkhianatan, kebiasaan saling menyalahkan, gaslighting, hingga manipulasi finansial.

"Dalam hubungan yang tidak sehat, kamu mungkin merasa harus berhati-hati di sekitar pasangan, atau kamu mungkin merasa selalu harus menyembunyikan apa yang sebenarnya kamu pikirkan atau rasakan," tutur Cherry.

"Kamu bahkan mungkin merasa harus mengorbankan hal-hal yang benar-benar kamu inginkan agar orang lain tetap bahagia," sambung dia.

Baca juga: 3 Tanda Hubungan Kamu dan Dia Akan Langgeng 

Indikator lainnya adalah dinamika hubungan sepihak, dimana hanya satu orang yang menguras tenaga dan emosi untuk mempertahankan ikatan tersebut.

Pada akhirnya, pihak yang berjuang sendirian ini akan merasa tidak didukung, terisolasi, dan mengalami kelelahan mental yang luar biasa.

"Terkadang, perilaku tidak sehat dapat muncul selama masa stres ekstrem. Dalam kasus lain, pola perilaku tidak sehat yang terus-menerus dapat memburuk dari waktu ke waktu, atau muncul selama berbagai tahap hubungan," kata Cherry.

Beberapa masalah mungkin masih bisa diperbaiki melalui strategi self--help atau bantuan tenaga profesional kesehatan mental.

Namun, jika hubunganmu sudah melibatkan pelecehan fisik, verbal, atau seksual, prioritas utamamu haruslah mencari jalan keluar demi memastikan keselamatan diri.

Baca juga: Bukan Sekadar Bosan, Ini 4 Tanda Pasangan Sudah Tidak Cinta Lagi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau