JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana Bundaran HI, Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan merah muda pada Minggu (16/11/2025) pagi.
Ribuan lansia berkumpul sejak pukul 06.00 WIB untuk memainkan angklung dalam rangka memperingati 15th World Angklung Day dan Hari Kesehatan Nasional.
Acara yang digelar di area Car Free Day itu berlangsung di bawah instalasi perahu TransJakarta, tepat di seberang Grand Hyatt.
Baca juga: Ajari Bermain Angklung Jadi Modus Guru di Jakut Lecehkan 11 Muridnya
Dari pantauan di lokasi, para peserta yang umumnya sebagian besar lansia perempuan, tampak mengenakan kaus merah muda, kerudung putih, dan kain batik.
Mereka berdiri dan sebagian duduk di kursi roda sambil memegang angklung, membelakangi Monumen Selamat Datang.
Di sisi lain, kelompok gamelan bambu dan penabuh kendang berseragam merah muda ikut mengiringi penampilan.
Di depan Plaza Indonesia, puluhan penari berkebaya warna-warni menari bersama.
Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, yang hadir menyapa para peserta.
Baca juga: Antrean Membeludak di CFD, Dishub DKI: Pendaftaran Kartu Transum Gratis Bisa Online
“Artinya alhamdulillah hari ini tantangan saya kepada pengurus atau panitia angklung dijawab. Awalnya datang ke Pemprov DKI, ‘Pak, kita minta izin mau main angklung.’ Saya tanya, bisa main nggak? Bagus nggak? Berapa orang? Dijawab 300. Lalu saya bilang, 300 di car free day itu nggak kelihatan. Bisa 1.000, dijawab bisa, karena di Jakarta sudah banyak orang lansia,” ujar Rano disambut tepuk tangan peserta.
Rano menegaskan pentingnya ruang berkesenian yang dapat dinikmati semua usia.
“Baik, artinya ibu-ibu sekalian mari kita bahagia. Hari ini kita menunjukkan Jakarta bahwa kita menjaga Jakarta. Olahraga dan kesenian bagian dari menjaga ibu kota kita,” katanya.
Ia juga menyebut kegiatan ini ikut mendongkrak citra Jakarta di tingkat global.
Baca juga: Saat Orkes Melayu Gerobak Dorong Goyang CFD Bundaran HI...
“Alhamdulillah, indeks city global Jakarta meningkat dari 74 naik ke 71. Karena apa? Karena kegiatan seperti hari ini. Mungkin ada tiga media asing datang karena kita merayakan Hari Angklung Dunia. Di dunia lain merayakan hari angklung, masa kita tuan rumah angklung tidak merayakannya?” ujarnya.
Rano menambahkan, perayaan hari ini digelar di lima titik berbeda, termasuk di Kota Tua dan GBK.
“Mudah-mudahan permainan kita menarik. Kalau bagus, tahun baru bisa main lagi di sini,” ujarnya.