Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1.000 Lansia ‘Guncang’ Bundaran HI, Angklung Massal Bikin CFD Riuh Meriah

Kompas.com, 16 November 2025, 08:54 WIB
Lidia Pratama Febrian,
Muhammad Isa Bustomi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana Bundaran HI, Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan merah muda pada Minggu (16/11/2025) pagi.

Ribuan lansia berkumpul sejak pukul 06.00 WIB untuk memainkan angklung dalam rangka memperingati 15th World Angklung Day dan Hari Kesehatan Nasional.

Acara yang digelar di area Car Free Day itu berlangsung di bawah instalasi perahu TransJakarta, tepat di seberang Grand Hyatt.

Baca juga: Ajari Bermain Angklung Jadi Modus Guru di Jakut Lecehkan 11 Muridnya

Dari pantauan di lokasi, para peserta yang umumnya sebagian besar lansia perempuan, tampak mengenakan kaus merah muda, kerudung putih, dan kain batik.

Mereka berdiri dan sebagian duduk di kursi roda sambil memegang angklung, membelakangi Monumen Selamat Datang.

Di sisi lain, kelompok gamelan bambu dan penabuh kendang berseragam merah muda ikut mengiringi penampilan.

Di depan Plaza Indonesia, puluhan penari berkebaya warna-warni menari bersama.

Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, yang hadir menyapa para peserta.

Baca juga: Antrean Membeludak di CFD, Dishub DKI: Pendaftaran Kartu Transum Gratis Bisa Online

“Artinya alhamdulillah hari ini tantangan saya kepada pengurus atau panitia angklung dijawab. Awalnya datang ke Pemprov DKI, ‘Pak, kita minta izin mau main angklung.’ Saya tanya, bisa main nggak? Bagus nggak? Berapa orang? Dijawab 300. Lalu saya bilang, 300 di car free day itu nggak kelihatan. Bisa 1.000, dijawab bisa, karena di Jakarta sudah banyak orang lansia,” ujar Rano disambut tepuk tangan peserta.

Rano menegaskan pentingnya ruang berkesenian yang dapat dinikmati semua usia.

“Baik, artinya ibu-ibu sekalian mari kita bahagia. Hari ini kita menunjukkan Jakarta bahwa kita menjaga Jakarta. Olahraga dan kesenian bagian dari menjaga ibu kota kita,” katanya.

Ia juga menyebut kegiatan ini ikut mendongkrak citra Jakarta di tingkat global.

Baca juga: Saat Orkes Melayu Gerobak Dorong Goyang CFD Bundaran HI...

“Alhamdulillah, indeks city global Jakarta meningkat dari 74 naik ke 71. Karena apa? Karena kegiatan seperti hari ini. Mungkin ada tiga media asing datang karena kita merayakan Hari Angklung Dunia. Di dunia lain merayakan hari angklung, masa kita tuan rumah angklung tidak merayakannya?” ujarnya.

Rano menambahkan, perayaan hari ini digelar di lima titik berbeda, termasuk di Kota Tua dan GBK.

“Mudah-mudahan permainan kita menarik. Kalau bagus, tahun baru bisa main lagi di sini,” ujarnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Megapolitan
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Megapolitan
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Megapolitan
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
1.000 Lansia ‘Guncang’ Bundaran HI, Angklung Massal Bikin CFD Riuh Meriah
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat