Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transaksi Cicil Emas BSN Melonjak 400 Persen di BTN Expo

Kompas.com, 1 Februari 2026, 18:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat lonjakan signifikan pada produk pembiayaan emas selama keikutsertaannya di ajang BTN Expo.

Dalam waktu kurang lebih satu bulan, pembiayaan emas perseroan meningkat hampir 400 persen, dari sekitar Rp 17 miliar menjadi Rp 50 miliar.

Kinerja tersebut menjadi bagian dari strategi BSN dalam mendorong ekspansi pembiayaan konsumer sepanjang 2026 yang ditargetkan mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Baca juga: BSN Perkuat Layanan dan Digitalisasi untuk Tingkatkan Kepuasan Nasabah

Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, mengatakan peningkatan pembiayaan emas didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari fokus pemasaran kepada nasabah existing hingga penguatan kemitraan dengan supplier emas.

“Kami memang masih baru, sehingga strategi utama kami tetap menjadi pemimpin di sektor perumahan, khususnya pembiayaan KPR syariah. Di saat yang sama, kami juga berupaya meningkatkan kualitas finansial melalui diversifikasi portofolio pembiayaan,” kata Penta dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).

Ekspansi non-KPR

Selain mengandalkan pembiayaan perumahan, BSN memperluas portofolionya ke segmen non-KPR, antara lain pembiayaan emas, cicil emas, pembiayaan multiguna, dan multijasa berbasis payroll.

Menurut Penta, pembiayaan emas saat ini menjadi salah satu produk non-KPR yang diprioritaskan perseroan.

Baca juga: BSN Terlibat Pembiayaan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Strategi tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam terhadap produk pembiayaan berbasis prinsip syariah.

“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada KPR, tetapi juga merambah ke pembiayaan non-KPR, seperti pembiayaan emas dan cicil emas, serta pembiayaan multiguna dan multijasa sesuai prinsip syariah,” imbuhnya.

Ilustrasi KPR syariah.SHUTTERSTOCK/PAEGAG Ilustrasi KPR syariah.

BSN sendiri sejak 22 Desember 2025 resmi beroperasi sebagai bank umum syariah. Seiring status tersebut, perseroan memperkuat lini bisnis konsumer dengan pendekatan diversifikasi produk.

Target pembiayaan Rp 1 triliun

Untuk tahun 2026, BSN menargetkan total pembiayaan konsumer mencapai sekitar Rp1 triliun. Namun, menurut Penta, target tersebut masih dalam proses pengkajian dan review bersama regulator.

Baca juga: BSN Tetap Layani Nasabah Selama Nataru, 36 Kantor Cabang Buka Terbatas

“Untuk pembiayaan non-KPR, kami akan lebih agresif. Namun kami tetap memiliki strategi untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin KPR berbasis prinsip syariah,” katanya.

Di sisi lain, pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi core business BSN tetap menunjukkan kinerja positif.

Penta menyebut tren KPR syariah tahun ini masih tumbuh, didorong oleh kinerja KPR subsidi sepanjang tahun lalu yang mencatatkan pertumbuhan terbesar.

Realisasi pembiayaan KPR subsidi tumbuh di atas 20 persen sepanjang tahun lalu. Tingginya minat generasi muda terhadap produk pembiayaan berbasis prinsip syariah disebut turut mendorong pertumbuhan tersebut.

Baca juga: BSN Siap Relaksasi Pembiayaan 8.000 Debitur Terdampak Bencana Sumatera

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau