Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Job Hopping Jadi Strategi Karier Milenial dan Gen Z, Bukan Sekadar Pindah Kerja

Kompas.com, 18 Februari 2026, 10:11 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Fenomena ini menunjukkan bahwa job hopping semakin dipandang sebagai bagian dari strategi karier jangka panjang, bukan keputusan impulsif atau tidak terencana.

Uang, makna, dan kesejahteraan jadi faktor utama

Dalam laporan tersebut, Deloitte menyebutkan keputusan karier Gen Z dan milenial umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu uang, makna pekerjaan, dan kesejahteraan.

Ketiga aspek ini menjadi fondasi kebahagiaan di tempat kerja bagi generasi muda.

“Menyeimbangkan ketiga hal ini menjadi dasar bagi kebahagiaan secara keseluruhan di kalangan Gen Z dan milenial,” tulis Deloitte.

Baca juga: Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z

Bagi banyak pekerja muda, pekerjaan tidak lagi sekadar sumber pendapatan, tetapi juga sarana untuk menemukan tujuan hidup dan menjaga kesehatan mental.

Ilustrasi bekerja di kantor. PEXELS/THIRDMAN Ilustrasi bekerja di kantor.

Selain itu, sebanyak 89 persen Gen Z dan 92 persen milenial menyebut rasa memiliki tujuan atau makna dalam pekerjaan sebagai faktor penting bagi kepuasan kerja dan kesejahteraan mereka.

Ketika pekerjaan tidak memberikan makna atau tidak selaras dengan nilai pribadi, sebagian pekerja memilih mencari peluang lain.

Sebanyak 44 persen Gen Z dan 45 persen milenial bahkan mengaku pernah meninggalkan pekerjaan karena merasa tidak memiliki tujuan atau makna.

Baca juga: Gen Z Sulit Gapai Financial Freedom, Penyebabnya Ternyata Gaji

Tekanan finansial mempercepat perpindahan kerja

Tekanan ekonomi menjadi faktor penting lain yang mendorong job hopping. Laporan Deloitte menunjukkan hampir setengah Gen Z (48 persen) dan milenial (46 persen) merasa tidak aman secara finansial.

Lebih dari separuh responden dari kedua generasi tersebut bahkan hidup dari gaji ke gaji, atau paycheck to paycheck. Sebanyak 37 persen Gen Z dan 35 persen milenial juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan.

Tekanan biaya hidup menjadi kekhawatiran utama. Selama empat tahun berturut-turut, biaya hidup menempati posisi teratas dalam daftar kekhawatiran Gen Z dan milenial.

Sebanyak 39 persen Gen Z dan 42 persen milenial menyebut biaya hidup sebagai kekhawatiran utama mereka.

Baca juga: Gen Z dan Milenial Enggan Jadi Bos: Ancaman Krisis Kepemimpinan?

Kondisi ini memperkuat dorongan untuk mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi atau peluang finansial lebih baik.

Pengembangan keterampilan jadi prioritas utama

Selain faktor finansial, keinginan untuk mengembangkan keterampilan juga menjadi alasan utama job hopping.

Sebanyak 70 persen Gen Z dan 59 persen milenial menyatakan mereka secara aktif mengembangkan keterampilan untuk memajukan karier mereka setidaknya sekali dalam seminggu.

Ilustrasi bekerja.PEXELS/PAVEL DANILYUK Ilustrasi bekerja.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau