Penulis
Fenomena ini menunjukkan bahwa job hopping semakin dipandang sebagai bagian dari strategi karier jangka panjang, bukan keputusan impulsif atau tidak terencana.
Dalam laporan tersebut, Deloitte menyebutkan keputusan karier Gen Z dan milenial umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu uang, makna pekerjaan, dan kesejahteraan.
Ketiga aspek ini menjadi fondasi kebahagiaan di tempat kerja bagi generasi muda.
“Menyeimbangkan ketiga hal ini menjadi dasar bagi kebahagiaan secara keseluruhan di kalangan Gen Z dan milenial,” tulis Deloitte.
Baca juga: Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z
Bagi banyak pekerja muda, pekerjaan tidak lagi sekadar sumber pendapatan, tetapi juga sarana untuk menemukan tujuan hidup dan menjaga kesehatan mental.
Ilustrasi bekerja di kantor. Selain itu, sebanyak 89 persen Gen Z dan 92 persen milenial menyebut rasa memiliki tujuan atau makna dalam pekerjaan sebagai faktor penting bagi kepuasan kerja dan kesejahteraan mereka.
Ketika pekerjaan tidak memberikan makna atau tidak selaras dengan nilai pribadi, sebagian pekerja memilih mencari peluang lain.
Sebanyak 44 persen Gen Z dan 45 persen milenial bahkan mengaku pernah meninggalkan pekerjaan karena merasa tidak memiliki tujuan atau makna.
Baca juga: Gen Z Sulit Gapai Financial Freedom, Penyebabnya Ternyata Gaji
Tekanan ekonomi menjadi faktor penting lain yang mendorong job hopping. Laporan Deloitte menunjukkan hampir setengah Gen Z (48 persen) dan milenial (46 persen) merasa tidak aman secara finansial.
Lebih dari separuh responden dari kedua generasi tersebut bahkan hidup dari gaji ke gaji, atau paycheck to paycheck. Sebanyak 37 persen Gen Z dan 35 persen milenial juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan.
Tekanan biaya hidup menjadi kekhawatiran utama. Selama empat tahun berturut-turut, biaya hidup menempati posisi teratas dalam daftar kekhawatiran Gen Z dan milenial.
Sebanyak 39 persen Gen Z dan 42 persen milenial menyebut biaya hidup sebagai kekhawatiran utama mereka.
Baca juga: Gen Z dan Milenial Enggan Jadi Bos: Ancaman Krisis Kepemimpinan?
Kondisi ini memperkuat dorongan untuk mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi atau peluang finansial lebih baik.
Selain faktor finansial, keinginan untuk mengembangkan keterampilan juga menjadi alasan utama job hopping.
Sebanyak 70 persen Gen Z dan 59 persen milenial menyatakan mereka secara aktif mengembangkan keterampilan untuk memajukan karier mereka setidaknya sekali dalam seminggu.
Ilustrasi bekerja.