Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Ungkap, Gen Z Jadi Generasi Paling Kesepian di Kantor

Kompas.com, 22 Februari 2026, 21:19 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Newsweek

JAKARTA, KOMPAS.com – Gen Z kembali menjadi sorotan dalam dinamika dunia kerja. Di tengah stereotip soal etos kerja, generasi ini justru tercatat sebagai kelompok usia yang paling banyak merasa kesepian di tempat kerja.

Laporan terbaru dari platform teknologi layanan konsumsi kantor, ezCater, menunjukkan sekitar 38 persen pekerja Gen Z mengaku merasa kesepian saat bekerja. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

Temuan tersebut memperlihatkan adanya tantangan sosial di lingkungan kerja modern, khususnya bagi generasi yang kini berusia 18 hingga 28 tahun.

Baca juga: Survei Global: Gen Z dan Milenial Terjebak Overwork, 4 dari 10 Mengaku Stres

Ilustrasi kesepian. Dari sejumlah daftar kementerian unik di seluruh dunia, ada Kementerian Kesepian di Inggris.FREEPIK/DRAZEN ZIGIC Ilustrasi kesepian. Dari sejumlah daftar kementerian unik di seluruh dunia, ada Kementerian Kesepian di Inggris.

Survei dilakukan terhadap 1.000 karyawan dan menyoroti relasi sosial sebagai salah satu faktor penting dalam keterlibatan (engagement) karyawan.

Kesenjangan relasi di era kerja hybrid

Dikutip dari Newsweek, Minggu (22/2/2026), dalam laporan itu, sebanyak 80 persen responden menyatakan memiliki teman di tempat kerja membuat mereka merasa lebih terlibat.

Namun, hanya 43 persen karyawan yang bekerja secara jarak jauh (remote) yang memiliki teman dekat di kantor.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pekerja on-site dan hybrid, di mana 69 persen di antaranya mengaku memiliki teman dekat di tempat kerja.

Baca juga: Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z dan Milenial

Kondisi ini disebut semakin terasa di kalangan Gen Z. Sebanyak 38 persen pekerja dari generasi ini menyatakan merasa kesepian di tempat kerja, angka tertinggi dibandingkan kelompok usia lain dalam survei tersebut.

Ilustrasi Gen Z di tempat kerjaDok. Freepik/jcomp Ilustrasi Gen Z di tempat kerja

Tantangan adaptasi model kerja baru

CEO 9i Capital Group sekaligus pengampu siniar 9innings, Kevin Thompson, menilai perubahan model kerja menjadi faktor yang tak bisa diabaikan.

“Dengan kerja jarak jauh dan kantor yang semakin sering kosong, tidak mengherankan jika banyak profesional muda merasa terisolasi,” ujar Thompson kepada Newsweek.

Ia menambahkan, dunia kerja modern masih dalam proses penyesuaian terhadap model hybrid dan remote. Ditambah lagi, fenomena perpindahan kerja (job hopping) yang lebih sering terjadi membuat relasi jangka panjang semakin sulit terbentuk.

Baca juga: Job Hopping Jadi Strategi Karier Milenial dan Gen Z, Bukan Sekadar Pindah Kerja

“Gen Z khususnya memiliki mobilitas yang lebih tinggi, baik secara profesional maupun geografis, sering kali tanpa jangkar tradisional seperti keluarga atau komitmen jangka panjang,” kata Thompson.

Perbedaan pengalaman antar generasi

Konsultan sumber daya manusia, Bryan Driscoll, menilai realitas tempat kerja yang dihadapi Gen Z berbeda signifikan dibanding generasi sebelumnya.

“Generasi yang lebih tua memiliki mentor nyata, tatap muka, minum bersama setelah kerja. Gen Z mendapat undangan kalender dan 'sesuai e-mail saya sebelumnya',” kata Driscoll kepada Newsweek.

“Kita menyuruh mereka untuk bekerja keras, bersaing, dan tetap profesional, lalu kita terkejut mereka merasa terisolasi?” imbuhnya.

Baca juga: Survei Deloitte: Gen Z dan Milenial Ambisius, tapi Tak Lagi Fokus Jadi Bos

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau