Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia kerja menunjukkan dampak nyata terhadap produktivitas, keamanan kerja, hingga tingkat penghasilan pekerja.
Namun, tingkat adopsi dan akses terhadap manfaat AI tersebut masih belum merata.
Hal itu terungkap dalam Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 yang dirilis PwC Indonesia.
Baca juga: PM Singapura Janjikan Tak Akan Ada Jobless Growth Meski AI Ubah Arah Ekonomi
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). Ledakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya mengubah teknologi, tetapi juga mencetak miliarder baru dalam jumlah dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Survei ini melibatkan 49.843 responden di 48 negara dan 28 sektor industri, serta dilakukan pada 7 Juli hingga 18 Agustus 2025.
Hasil survei menunjukkan, pekerja yang menggunakan generative AI setiap hari melaporkan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang jarang atau tidak menggunakan teknologi tersebut.
Secara global, 92 persen pengguna harian AI menyatakan produktivitas mereka meningkat.
Sebanyak 58 persen merasa keamanan kerja mereka lebih kuat, dan 52 persen melaporkan peningkatan gaji.
Baca juga: Tren Perbankan 2026: AI Ubah Cara Bank Cari Untung
Sebaliknya, di antara pekerja yang hanya menggunakan AI secara sporadis, hanya 58 persen yang merasakan peningkatan produktivitas.
Sebanyak 36 persen merasa lebih aman secara profesional, dan 32 persen melihat kenaikan gaji.
Pete Brown, Global Workforce Leader PwC, menyatakan, karyawan yang menggunakan AI setiap hari menuai hasilnya, yakni produktivitas yang lebih tinggi, keamanan kerja yang lebih baik, dan gaji yang lebih tinggi.
"Tetapi untuk meningkatkan manfaat ini, bisnis harus melampaui pelatihan. Pekerjaan itu sendiri perlu dirancang ulang dan kemitraan manusia-mesin perlu didefinisikan ulang," tutur Brown, dikutip dari pernyataan resmi PwC Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Baca juga: Studi Ritel Terbaru, 45 Persen Konsumen Pakai AI buat Belanja Ramadhan
"Keberhasilan dalam hal ini akan menentukan apakah GenAI menjadi mesin pertumbuhan dan inklusi yang sesungguhnya, atau hanya peluang yang terlewatkan," imbuh Brown.
Di Indonesia, tren serupa terlihat dengan intensitas yang bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Sebanyak 96 persen pekerja Indonesia yang menggunakan AI setiap hari melaporkan peningkatan produktivitas.
Kemudian, 82 persen merasa keamanan kerja mereka meningkat, dan 72 persen mengaku memperoleh kenaikan kompensasi alias gaji.
Baca juga: LinkedIn: AI Ciptakan 1,3 Juta Pekerjaan Baru di Dunia