Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gen Z, Siapkah Hadapi Peluang Karier dan Investasi di Tahun Kuda Api 2026?

Kompas.com, 1 Maret 2026, 08:00 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Generasi Z memasuki 2026 dalam lanskap yang tidak sederhana. Di satu sisi, jumlah lowongan kerja level awal menyusut dan persaingan kian ketat. Di sisi lain, Tahun Kuda Api 2026 disebut membawa energi ekspansif yang berpotensi membuka peluang baru.

Data yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF) menunjukkan generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012 menghadapi tekanan lebih besar dalam mengakses pekerjaan entry-level.

Laporan itu mengutip analisis Randstad terhadap 126 juta lowongan kerja global serta survei terhadap 11.250 talenta di berbagai negara.

CEO Randstad Sander van ’t Noordende mengatakan bahwa banyak Gen Z masuk ke dunia kerja pada masa perubahan besar.

“Meski percaya pada kemampuan mereka dan ambisi masa depan, Gen Z menghadapi gangguan teknologi dan ketidakpastian ekonomi,” ujarnya Van ’t Noordende dalam laporan analisis tersebut.

Baca juga: Menemukan Jalan Sukses Lewat BaZi, Apa Itu?

Ahli dan Konsultan Bazi, Yorita Laksmi.DOK. PRIBADI Ahli dan Konsultan Bazi, Yorita Laksmi.
Analisis Randstad juga mencatat, lowongan posisi awal karier turun 29 poin persentase sejak Januari 2024. Rata-rata Gen Z juga hanya bertahan 1,1 tahun di pekerjaan pertama dalam lima tahun awal kariernya.

Hampir separuh responden mengaku pekerjaan pertama mereka belum sesuai dengan gambaran karier impian.

Di tengah tekanan tersebut, pembacaan momentum tahunan menjadi salah satu perspektif yang diperbincangkan. Dalam webinar yang digelar pada Jumat (27/2/2026) lalu, praktisi dan konsultan BaZi, Yorita Laksmi, menjelaskan karakter Tahun Kuda Api 2026.

Yorita mengatakan, tahun Kuda Api memiliki karakter energi yang cepat, ekspansif, dan penuh visibilitas.”

“Unsur api yang dominan identik dengan keberanian, reputasi, serta dorongan untuk tampil dan bergerak agresif,” katanya.

Menurut Yorita, energi tersebut dapat menjadi pancingan awal untuk membaca peluang, terutama bagi generasi yang adaptif terhadap perubahan seperti Gen Z.

Baca juga: Gen Z dan Tantangan Awal Karier: Lowongan Turun, Persaingan Naik

Karier: Adaptasi dan Keberanian Ambil Peran

Dalam konteks karier, energi api dinilai mendukung sektor komunikasi, industri kreatif, serta bidang yang menuntut visibilitas dan kecepatan respons.

Bagi Gen Z, lanjut Yorita, momentum ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, dan memperkuat personal branding.

Namun, tantangan struktural tetap perlu diperhitungkan. Sebanyak 40 persen Gen Z dalam survei Randstad merasa pendidikan atau kekurangan dalam pendidikan menjadi hambatan meraih pekerjaan ideal. Proporsi yang sama juga menyebut latar belakang pribadi sebagai faktor pembatas.

Di sisi lain, 55 persen Gen Z sudah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pekerjaan. Meski adaptif, sekitar 46 persen mengaku khawatir terhadap dampak AI pada prospek kerja mereka.

Artinya, keberanian saja tidak cukup. Strategi peningkatan keterampilan dan perencanaan karier jangka panjang tetap menjadi kunci agar mobilitas kerja tidak sekadar berpindah, tetapi membawa kemajuan.

Baca juga: Ramalan Shio 2026 Tahun Kuda Api: Peluang Hoki Karier hingga Keuangan

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau