Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lonjakan Peti Kemas Tembus 37,5 Persen Jelang Lebaran, IPC TPK Siaga 24/7

Kompas.com, 18 Maret 2026, 18:46 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan kesiapan operasional penuh dengan menghadirkan layanan bongkar muat selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) di seluruh terminal.

Langkah anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idul Fitri sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama periode mudik.

Peningkatan aktivitas logistik nasional mulai terlihat signifikan, terutama di segmen domestik yang memasuki minggu ketiga Ramadan. Di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, lonjakan aktivitas bahkan tercatat mencapai sekitar 37,5 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Baca juga: Buruh Sampaikan Aspirasi, SPTP Pastikan Terminal Peti Kemas Bagendang Tetap Beroperasi Normal

Kenaikan ini didorong oleh peningkatan throughput dan frekuensi kunjungan kapal (vessel call), yang turut berdampak pada tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR) di area terminal.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menegaskan bahwa lonjakan arus peti kemas tersebut telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini,” ujar Pramestie dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Untuk menjaga kelancaran arus logistik dan mencegah kepadatan di pelabuhan, IPC TPK menerapkan sejumlah langkah mitigasi strategis. Upaya tersebut meliputi optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1, hingga kerja sama dengan depo petikemas di sekitar Tanjung Priok.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat fungsi traffic management dan safety control melalui penempatan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.

Seiring rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret, IPC TPK memproyeksikan adanya percepatan aktivitas delivery oleh pelanggan sebelum periode tersebut dimulai.

Karena itu, pengguna jasa diimbau untuk mempercepat pengambilan peti kemas dan memindahkannya ke depo di sekitar Jakarta Utara guna menghindari potensi penumpukan setelah Lebaran.

“Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan sinergi antara operator terminal, regulator, dan pengguna jasa, kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan baik selama periode Lebaran,” tutup Pramestie.

IPC TPK juga terus memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), instansi terkait, serta perusahaan pelayaran guna memastikan sinkronisasi jadwal kedatangan kapal dan kelancaran distribusi peti kemas di seluruh terminal.

Baca juga: Menhub: Kemacetan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Telah Terurai

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau