Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Imbas Konflik Timur Tengah, Kadin Minta Dunia Usaha Siapkan Strategi Bertahan

Kompas.com, 22 Maret 2026, 09:09 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia usaha berupaya untuk menjaga arus kas perusahaan di tengah gejolak geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, konflik yang terjadi di Timur Tengah merupakan sebuah kesempatan untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia melakukan reformasi.

"Dimulai dari mengencangkan tali ikat pinggang," kata dia ucap dia ketika ditemui dalam acara Open House Lebaran, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Kadin Sebut Tarif 19 Persen RI-AS Kompetitif, Industri Bidik Peluang Ekspor Baru

Ilustrasi kapal tanker. SHUTTERSTOCK/SVEN HANSCHE Ilustrasi kapal tanker.

Ia menambahkan, konflik ini membawa dampak yang tidak terelakkan, seperti peningkatan harga energi.

"Karena bagaimanapun juga, ya pasti kan secara cash flow mesti dijaga. Karena energi ini kan pasti harganya naik," imbuh dia.

Pasalnya Anindya menjelaskan, minyak bumi ini menjadi salah satu bahan baku untuk industrialisasi.

Dengan demikian, perusahaan yang berkaitan langsung dengan sektor energi ini harus bisa menjaga arus kas agar bisnis tetap berjalan baik.

"Sehingga kalau ada kenaikan sementara tetap bisa survive," imbuh dia.

Baca juga: Negara Adikuasa Berebut Mineral Kritis, Kadin: Pengusaha Harus Tetap Tenang

Untuk menghadapi situasi tersebut, Kadin meminta para pelaku usaha dari segala tingkat untuk fokus pada langkah efisiensi sebagai respons jangka pendek terhadap ketidakpastian global.

“Jadi teman-teman di Kadin, baik di Kadin daerah dan asosiasi itu fokus dalam bidang efisiensi,” ujar dia.

Anin menjelaskan, transformasi bisnis dalam jangka menengah hingga panjang dengan mengarahkan perusahaan pada sektor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi penting untuk dilakukan untuk meningkatkan ketahanan terhadap gangguan rantai pasok global.

“Karena artinya kan kita harus ada di suatu bisnis yang mempunyai nilai tambah supaya tidak mudah terkena gonjang-ganjing dari global supply chain,” kata dia.

Baca juga: Kadin: Gas Jadi Penopang Hilirisasi Industri Strategis

Sementara itu, untuk merespons polemik global yang dinamis, Kadin menekankan koordinasi antara dunia usaha dan pemerintah perlu ditekankan.

“Tapi secara umum nomor satu kita tentu bekerja sama dengan pemerintah melihat opsi-opsinya, dan yang kedua adalah melakukan efisiensi untuk sementara ini sambil kita lihat perkembangan di Timur Tengah,” tutup Anindya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau