Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dongkrak Kinerja, BUMA Internasional (DOID) Andalkan Diversifikasi dan Kontrak Baru

Kompas.com, 28 Maret 2026, 11:55 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melaporkan kinerja keuangan dan operasional konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Dalam keterangan resmi, dikutip pada Sabtu (28/3/2026), BUMA International Group menyampaikan, kinerja tahun 2025 terdampak signifikan oleh gangguan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya, kondisi cuaca buruk, serta ramp-down dan penyelesaian kontrak di Indonesia dan Australia.

Selain itu, kinerja juga dipengaruhi oleh biaya non-operasional, termasuk penyisihan piutang usaha dan penurunan nilai aset di operasional Australia dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Revisi Kuota Produksi Batu Bara Hantui Industri, BUMA (DOID) Pastikan Belum Terdampak

Ilustrasi tambang.Freepik/wirestock Ilustrasi tambang.

Kondisi tersebut sebagian diimbangi oleh keuntungan nilai wajar sebesar 41 juta dollar AS dari investasi Grup di 29Metals.

Meski menghadapi tekanan tersebut, Grup mencatat pemulihan operasional yang berlangsung konsisten sepanjang tahun, ditopang oleh perbaikan struktural pada produktivitas dan penurunan biaya per unit.

Produksi dan pendapatan menurun

Secara operasional, volume overburden removal turun 19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 439 juta bank cubic meters (MBCM). Sementara itu, produksi batu bara turun 6 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 84 juta ton.

Penurunan tersebut mencerminkan gangguan pada kuartal I 2025, kendala cuaca, serta berkurangnya kontribusi dari sejumlah site yang mengalami ramp-down dan telah menyelesaikan operasi.

Baca juga: Anak Usaha DOID Kantongi Kontrak Tambang dengan Adaro hingga 2030

Sejalan dengan penurunan volume, pendapatan Grup turun 16 persen (YoY) menjadi 1,48 miliar dollar AS. Average Selling Price (ASP) kontraktor tambang relatif stabil dengan penurunan tipis 1 persen (YoY), didukung oleh porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi.

EBITDA tercatat sebesar 175 juta dollar AS dengan margin 14 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh volume yang lebih rendah, biaya pesangon yang lebih tinggi, serta kenaikan biaya bahan bakar.

Ilustrasi tambang.PIXABAY/MARTINA JANOCHOVA Ilustrasi tambang.

Namun, jika biaya pesangon tidak diperhitungkan, EBITDA tercatat sebesar 207 juta dollar AS dengan margin 17 persen.

Grup juga membukukan rugi bersih sebesar 128 juta dollar AS. Kerugian ini dipicu oleh penurunan EBITDA, penyisihan piutang usaha dari kontrak di Australia yang telah berakhir, serta penurunan nilai aset di Australia dan AS.

Baca juga: Anak Usaha DOID di Australia Menangkan Sengketa Perjanjian Kontrak Pertambangan

Sejumlah faktor memberikan penopang terhadap kinerja tersebut, antara lain keuntungan nilai wajar dari investasi di 29Metals sebesar 41 juta dollar AS, keuntungan selisih kurs sebesar 36 juta dollar AS, serta pembalikan pencadangan piutang di Australia setelah putusan Mahkamah Agung Queensland yang memenangkan BUMA Australia.

Penyelesaian keuangan dari putusan tersebut diharapkan terealisasi pada 2026.

Arus kas dan efisiensi membaik

BUMA International Group mencatat arus kas bebas (free cash flow) positif sebesar 8 juta dollar AS pada 2025, berbalik dari posisi negatif sebesar 60 juta dollar AS pada 2024.

Khusus pada kuartal IV 2025, arus kas bebas mencapai 57 juta dollar AS, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun.

Baca juga: Anak Usaha DOID Perpanjang Kontrak Tambang di Australia hingga 2030

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau