Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Global Terancam, Gangguan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Energi

Kompas.com, 28 Maret 2026, 19:38 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com — Risiko ekonomi global akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran dinilai dapat meningkat tajam apabila Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali dalam satu hingga tiga minggu ke depan.

Sejumlah pimpinan industri minyak dan analis menilai, bahkan jika jalur tersebut kembali beroperasi, dampak gangguan pasokan energi berpotensi bertahan lebih lama dan mendorong harga tetap tinggi.

Sejauh ini, risiko tersebut belum sepenuhnya tercermin pada sejumlah indikator pasar utama, termasuk pergerakan saham global dan harga minyak acuan Brent.

Baca juga: Update Terkini: Iran Beri Lampu Hijau Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz.Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.

Berbagai langkah sementara untuk meredam dampak penghentian pasokan minyak masih menjaga harga relatif lebih rendah di pasar AS dan Eropa.

Namun, analis memperingatkan bahwa efektivitas langkah-langkah tersebut diperkirakan akan memudar pada awal hingga pertengahan April 2026.

Ketika itu terjadi, pemerintah AS maupun negara lain dinilai memiliki ruang terbatas untuk menahan lonjakan harga energi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (28/3/2026), gangguan pasokan dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal sipil dan infrastruktur energi di kawasan sekitarnya, yang menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz terhenti.

Baca juga: Selat Hormuz Diblokade, RI Negosiasi Agar Kapal Pertamina Bisa Melintas

Jalur laut sepanjang sekitar 160 kilometer tersebut merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Sebagian pasokan minyak memang dialihkan melalui jalur pipa, tetapi kapasitasnya terbatas. AS bersama negara lain juga telah melepas sekitar 400 juta barrel minyak dari cadangan strategis, yang menjadi pelepasan terbesar sepanjang sejarah.

Selain itu, Washington untuk sementara melonggarkan sanksi terhadap sebagian ekspor minyak Rusia dan Iran guna memberi ruang bagi pasar.

Ilustrasi harga minyak dunia.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Ilustrasi harga minyak dunia.

Pemerintah AS menyatakan strategi militer Presiden Donald Trump diyakini akan segera mengakhiri ancaman dari Iran, sehingga tekanan harga energi dapat mereda.

Baca juga: Iran Izinkan 10 Kapal Lewat Selat Hormuz, Harga Minyak Terkoreksi

Meski demikian, pelaku industri menilai tidak ada pengganti bagi pembukaan kembali Selat Hormuz.

CEO Chevron Mike Wirth mengatakan, dampak penutupan jalur tersebut sudah mulai terasa secara nyata di berbagai belahan dunia.

“Ada manifestasi fisik yang sangat nyata dari penutupan Selat Hormuz yang dampaknya terasa di seluruh dunia,” ujar Wirth dalam forum energi CERAWeek yang digelar oleh S&P Global di Houston, Texas, AS.

Senada, CEO Shell Wael Sawan menyebut gangguan yang awalnya terjadi di Asia Selatan kini telah meluas.

Baca juga: Iran Buka Akses, Kapal Tanker Malaysia Diizinkan Lewati Selat Hormuz

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau