Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wall Street Bergerak Variasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah

Kompas.com, 31 Maret 2026, 08:15 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Sumber Reuters

NEW YORK, KOMPAS.com - Indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (30/3/2026), dengan tekanan dari eskalasi konflik Timur Tengah mengimbangi sentimen positif dari pernyataan pemerintah Amerika Serikat terkait negosiasi dengan Iran.

Mengutip Reuters Selasa (31/3/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik tipis 49,50 poin atau 0,11 persen ke level 45.216,14. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 25,13 poin atau 0,39 persen ke 6.343,72, dan Nasdaq Composite terkoreksi 153,72 poin atau 0,73 persen ke level 20.794,64.

Pelemahan terutama terjadi pada saham-saham teknologi yang menjadi penekan utama S&P 500. Indeks semikonduktor bahkan tercatat turun hingga 4,2 persen, mencerminkan tekanan yang cukup signifikan di sektor tersebut.

Di sisi lain, sektor energi juga tidak mampu mempertahankan penguatan meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan. Indeks energi S&P 500 justru ditutup turun 0,9 persen.

Harga minyak mentah Brent tercatat berada di jalur kenaikan bulanan tertinggi, sementara minyak mentah Amerika Serikat ditutup di atas 100 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya sejak 2022.

Baca juga: Wall Street Melemah Saat Perang Iran Memanas, Harga Minyak Kembali Melonjak

Berbeda dengan sektor lainnya, indeks keuangan mencatatkan penguatan sebesar 1,1 persen, setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis pedoman baru terkait pengelolaan aset alternatif dalam dana pensiun 401(k).

Kebijakan tersebut mendorong saham perusahaan manajemen aset menguat, dengan saham Blackstone naik 3,3 persen dan KKR menguat 2,1 persen.

Secara keseluruhan, volume perdagangan di bursa saham AS mencapai 18,85 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Baca juga: IHSG Masih Dibayangi Risiko Perang Timur Tengah, Analis Proyeksikan Uji Level 6.800

Sentimen pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa AS tengah melakukan diskusi serius untuk mengakhiri konflik.

Namun, Trump juga kembali memperingatkan kemungkinan tindakan agresif, termasuk ancaman terhadap infrastruktur energi Iran jika ketegangan terus berlanjut.

Di sisi lain, Iran menilai proposal perdamaian dari AS tidak realistis. Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran turut terlibat dalam konflik pada akhir pekan lalu.

Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati. Lonjakan harga minyak akibat konflik turut memicu kekhawatiran terhadap inflasi global yang berpotensi menekan pasar saham.

“Pemerintah terus mengirimkan pesan yang campur aduk. Ketika pesan positif dipercaya, pasar menguat. Namun jika ada sinyal agresif, pasar bisa langsung turun tajam,” ujar Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments.

Baca juga: Wall Street Kembali Anjlok, Perang Iran Vs AS-Israel Jadi Pemicu

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau