JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis, setelah sempat tertekan cukup dalam ke level 6.945.
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup di level 7.091,67 atau turun 5,38 poin setara 0,08 persen pada perdagangan Senin (30/3/2026).
IHSG dibuka di posisi 7.020,53 dan sempat menyentuh angka tertinggi di 7.104,64. Namun, tekanan jual yang muncul sejak awal sesi menyeret indeks turun hingga ke level terendah harian di 6.945,50, sebelum akhirnya berangsur pulih pada sesi kedua.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 25,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,94 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,66 juta kali.
Sebanyak 403 saham tercatat turun, jauh lebih banyak dibandingkan 272 saham yang menguat, sementara 149 saham lainnya stagnan. Adapun, kapitalisasi pasar berada di Rp 12.536,77 triliun.
Baca juga: IHSG Masih Dibayangi Risiko Perang Timur Tengah, Analis Proyeksikan Uji Level 6.800
Di sisi lain, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 686,13 miliar di seluruh pasar saat IHSG berada di zona merah.
Rinciannya, net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 678,17 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi sebesar Rp 7,96 miliar.
Aksi jual asing terutama menekan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat net sell terbesar dengan nilai Rp 461,4 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 242,1 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di Rp 241 miliar.
Di tengah tekanan tersebut, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai Rp 186,6 miliar.
Diikuti PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) sebesar Rp 171,6 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp 101,2 miliar.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.091, Mayoritas Saham di Zona Merah
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang