Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG “Dihantui” Perang, Berikut Saham yang Direkomendasikan untuk Trading Selasa (31/3)

Kompas.com, 31 Maret 2026, 08:35 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan akibat sentimen perang di Timur Tengah, analis merekomendasikan sejumlah saham berbasis komoditas dan energi untuk strategi trading pada perdagangan Selasa (31/3/2026).

Saham-saham yang direkomendasikan dinilai berpotensi outperform di tengah volatilitas pasar.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memandang bahwa tekanan terhadap IHSG belum sepenuhnya berakhir seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong pasar masuk ke fase risk off.

Menurutnya, risiko utama berasal dari potensi terganggunya jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz. Jika skenario terburuk terjadi, yakni konflik berlangsung lebih lama dan harga minyak melonjak ke kisaran 130- 150 dollar AS per barrel, maka dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian global.

Baca juga: Trading Tak Hanya Soal Arah Harga, Biaya Tersembunyi Jadi Penentu

Dalam kondisi seperti itu, bukan tidak mungkin IHSG bisa kembali turun dan menguji level psikologis 7.000, bahkan dalam skenario terburuk bisa turun ke kisaran 6.800-6.900.

“Namun penurunan ke bawah 7.000 kemungkinan hanya bersifat sementara karena secara fundamental ekonomi Indonesia masih relatif stabil, sehingga level 6.800-6.900 bisa menjadi area support kuat IHSG dalam skenario krisis geopolitik berkepanjangan,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Senin malam (30/3/2026).

Menurutnya, ketika harga minyak, batu bara, dan komoditas energi naik, Indonesia justru diuntungkan dari sisi ekspor komoditas, sehingga saham-saham energi dan tambang menjadi penopang IHSG.

Baca juga: Mengenal Tren Algorithmic Trading: Saat Sistem Otomatis Membaca Pasar

“Itu sebabnya kita melihat terjadi dikotomi di pasar, dimana saham energi naik tetapi saham perbankan dan consumer turun. Artinya IHSG tidak jatuh terlalu dalam karena ditopang oleh sektor komoditas yang sedang menikmati supercycle akibat perang,” paparnya.

Untuk perdagangan Selasa (31/3/2026), Hendra merekomendasikan investor untuk tetap selektif dan tidak agresif. Strategi bertahap dinilai lebih relevan ketika volatilitas pasar sedang tinggi.

Ia menyarankan investor fokus pada saham-saham yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas, memiliki fundamental kuat, serta menawarkan dividen yield yang menarik.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.091, Mayoritas Saham di Zona Merah

Beberapa saham yang dapat dicermati antara lain:

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan strategi trading buy dan target harga di level Rp 3.500, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rekomendasi speculative buy dan target Rp 2.100, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan speculative buy dan target 280.

Selain itu, saham sektor perkebunan seperti PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) juga direkomendasikan dengan strategi trading buy dan target harga di level Rp 1.600.

“Saham-saham ini berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga energi dan komoditas serta pelemahan rupiah, sehingga berpotensi menjadi outperform di tengah IHSG yang masih berfluktuasi,” pungkasnya.

Baca juga: Asing Borong Saham Energi dan Tambang, AADI hingga PTBA Pimpin Net Buy

Saham lain yang juga masuk dalam direkomendasikan analis sebagai berikut:

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau