Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbaikan Kinerja IFG Dinilai Berdampak Positif Terhadap Industri Asuransi

Kompas.com, 31 Maret 2026, 16:49 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) berhasil menorehkan perkembangan bisnis secara positif sepanjang tahun 2025.

Perusahaan ini membukukan pendapatan premi konsolidasian sebesar Rp 6,77 triliun. Angka ini meningkat 8,56 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan merangkap Plt Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menyebut capaian ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan keuangan.

Baca juga: Utamakan Tata Kelola, IFG Life Mulai Cetak Laba

Ilustrasi asuransi.SHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.

“Ini sekaligus sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan nasabah melalui tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang disiplin,” kata Ryan dalam keterangannya dikutip Selasa (31/3/2026).

Sejak berdiri pada Oktober 2020 hingga Desember 2025, IFG Life telah membayar klaim lebih dari Rp 23,4 triliun. Selain itu, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 4,84 triliun.

Kinerja positif tersebut turut memperkuat struktur permodalan perusahaan, dengan Risk Based Capital (RBC) sebesar 202,95 persen, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.

IFG Life juga telah memenuhi ambang batas minimum ekuitas industri asuransi jiwa yang ditetapkan OJK, yaitu Rp 500 miliar pada 2026 dan Rp 1 triliun pada 2028.

Baca juga: Penyelamatan Polis Asuransi Jiwasraya ke IFG Life jadi Momen Kembalinya Kepercayaan Publik

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Negara (BAKN), Herman Khaeron, menilai kepercayaan masyarakat terhadap IFG Life memberi dampak positif bagi industri asuransi secara keseluruhan.

Penilaian ini sejalan dengan perbaikan tata kelola perusahaan yang makin transparan dan akuntabel.

Indonesia Financial Group (IFG) membeberkan aksi akuisisi yang dilakukan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) ke PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) merupakan strategi pengembangan perusahaan di 2024.Dok IFG Indonesia Financial Group (IFG) membeberkan aksi akuisisi yang dilakukan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) ke PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) merupakan strategi pengembangan perusahaan di 2024.

Herman mengatakan IFG Life kini mulai meraih keuntungan, tanda masyarakat percaya pada pengelolaan asuransi di perusahaan tersebut. Menurutnya, pengelolaan yang baik tidak hanya memperkuat IFG Life, tapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi lain.

Ia berharap kepercayaan yang diberikan masyarakat ini dapat terus dijaga.

Baca juga: Mandiri Inhealth Perkuat Layanan Digital Lewat Aplikasi One by IFG

“Ini penting karena tidak hanya berdampak pada penguatan IFG Life, tetapi juga bagi eksistensi industri asuransi lainnya,” ujar Herman dalam Kompas.com Talks bertajuk “Standar Baru Tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia”.

Herman menekankan, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci kepercayaan publik. Tawaran keuntungan yang realistis penting agar perusahaan tidak menghadapi masalah di kemudian hari, terutama di tengah kondisi politik dan ekonomi global yang tak menentu.

Legislator asal Jawa Barat itu menegaskan, industri asuransi hanya bisa berkembang jika tata kelola dijalankan dengan baik. Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama, karena tanpa itu, orang tidak akan mempercayakan uang dan masa depannya pada perusahaan asuransi. (Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Perbaikan Kinerja IFG Dinilai Berdampak Positif Terhadap Industri Asuransi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau