Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BPS: Produksi Padi Februari Naik 27,41 Persen, NTP Maret Turun Tipis

Kompas.com, 1 April 2026, 13:20 WIB
Debrinata Rizky,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi padi pada Februari 2026 mengalami lonjakan signifikan, seiring dengan peningkatan luas panen. 

Namun, pada saat yang sama, Nilai Tukar Petani (NTP) justru mengalami penurunan tipis pada Maret 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, realisasi luas panen padi pada Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,94 juta hektar atau naik 23,62 persen dibandingkan Februari 2025.

“Peningkatan luas panen ini diikuti produksi padi yang mencapai 5,05 juta ton gabah kering giling atau naik 27,41 persen dibandingkan Februari tahun lalu,” ujar Ateng dalam rilis BPS di Kantor Pusat BPS, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Agustus Tidak Ada Puso, Pompanisasi di Banten Dongkrak Kenaikan NTP

Meski demikian, BPS memperkirakan potensi produksi padi ke depan justru mengalami penurunan. Luas panen padi pada periode Maret-Mei 2026 diperkirakan mencapai 3,85 juta hektare atau turun 10,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, produksi padi diperkirakan sebesar 20,68 juta ton GKG atau turun 11,12 persen, sementara produksi beras diperkirakan mencapai 11,91 juta ton atau turun 11,11 persen.

Di sisi lain, kinerja produksi jagung menunjukkan penurunan. Realisasi luas panen jagung pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,31 juta hektare atau turun 7,02 persen dibandingkan Februari 2025.

Produksi jagung juga menurun 4,91 persen menjadi 1,77 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen.

Baca juga: NTP Meningkat, Petani Untung?

Sementara itu, NTP nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar 125,35 atau turun 0,08 persen dibandingkan Februari 2026.

Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,33 persen, lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,41 persen.

BPS juga mencatat adanya kenaikan harga beras di berbagai tingkat perdagangan. Secara bulanan, harga beras di tingkat penggilingan naik 0,54 persen, di tingkat grosir meningkat 0,96 persen, dan di tingkat eceran naik 0,65 persen.

Baca juga: NTP Maret 2023 Naik, 3 Subsektor Pertanian Ini Jadi Kuncinya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau