Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Aksi Paspampres di Pergantian Pasukan Istana Merdeka

Kompas.com, 15 Februari 2026, 19:12 WIB
Irfan Kamil,
Danu Damarjati

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Prosesi pergantian pasukan Istana Kepresidenan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) akan menjadi atraksi rutin di depan Istana Merdeka. Begini aksi Paspampres di Minggu pagi.

Prosesi upacara serah terima pengawal Istana Kepresidenan ini digelar di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Minggu (15/2/2026) pagi.

Baca juga: Atraksi Rutin Serah Terima Pengawalan Istana Digelar atas Perintah Prabowo

Sekitar 150 personel dan 30 ekor kuda dilibatkan dalam setiap pelaksanaan upacara serah terima pengawal.

Berdasarkan foto yang diunggah akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, prosesi ini dilakukan oleh pasukan yang mengenakan seragam biru tua dan celana panjang putih.

Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.
Akun Instagram Sekretariat Kabinet RI (@sekretariat.kabinet) Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.

Terlihat ada personel yang menyerahkan bendera ke personel lainnya.

Pasukan berkuda berjalan mengiringi pasukan, penunggangnya yang bertopi dengan asesoris kuncir itu melakukan sikap hormat seraya kuda berjalan.

Para warga nampak menyaksikan atraksi ini. Mereka berswafoto alias selfie.

Baca juga: Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan Kini Digelar Tiap Minggu

Mereka yang berswafoto terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. Ada yang selfie dekat dengan kuda, ada pula yang selfie dengan personel Paspampres.

Prosesi ini juga digelar bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jakarta, termasuk di kawasan dekat Monas ini.

Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.Akun Instagram Sekretariat Kabinet RI (@sekretariat.kabinet) Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.

Jadi atraksi rutin

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar upacara ganti pasukan ini menjadi atraksi rutin tiap Minggu pagi.

"Atas instruksi Bapak Presiden, Satuan Paspampres setiap hari Minggu pagi pukul 08.00 WIB melaksanakan Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan di depan Istana Merdeka," kata Seskab Teddy Indra Wijaya.

Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.
Akun Instagram Sekretariat Kabinet RI (@sekretariat.kabinet) Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.

Upacara ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni resmi, tetapi juga sebagai tontonan yang menarik bagi publik.

Ia menjelaskan Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Edwin Sumantha meneruskan arahan Presiden dengan menghadirkan upacara yang gagah dan membanggakan.

Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.
Akun Instagram Sekretariat Kabinet RI (@sekretariat.kabinet) Prosesi pergantian pasukan di Istana Merdeka, Minggu, 15 Februari 2026 pagi.

Prosesi tersebut sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen dengan berswafoto di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Komandan Paspampres Mayjen Edwin Sumantha meneruskan instruksi Bapak Presiden dengan menghadirkan upacara yang menarik, gagah, dan membanggakan, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berswafoto di depan Istana Kepresidenan, Jakarta,” tutur Teddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Amsal Sitepu Bebas, Anggota DPR: Ini Kemenangan bagi Keadilan
Amsal Sitepu Bebas, Anggota DPR: Ini Kemenangan bagi Keadilan
Nasional
Aturan WFH Tiap Jumat untuk ASN Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Aturan WFH Tiap Jumat untuk ASN Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Nasional
Di Blue House, Prabowo Puji Kemajuan Industri dan Etos Kerja Masyarakat Korsel
Di Blue House, Prabowo Puji Kemajuan Industri dan Etos Kerja Masyarakat Korsel
Nasional
Menpan RB Minta WFH ASN Tak Ganggu Kualitas Pelayanan Publik
Menpan RB Minta WFH ASN Tak Ganggu Kualitas Pelayanan Publik
Nasional
Prabowo Raih The Grand Order of Mugunghwa, Sama dengan Ratu Elizabeth II hingga Macron
Prabowo Raih The Grand Order of Mugunghwa, Sama dengan Ratu Elizabeth II hingga Macron
Nasional
Pemerintah Diminta Evaluasi WFH Jumat bagi ASN Tiap 2 Pekan
Pemerintah Diminta Evaluasi WFH Jumat bagi ASN Tiap 2 Pekan
Nasional
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, PMI Bertahan di Zona Ekspansi 
Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, PMI Bertahan di Zona Ekspansi 
Nasional
Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan, The Grand Order of Mugunghwa
Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan, The Grand Order of Mugunghwa
Nasional
Eks Sekretaris MA Nurhadi akan Banding Atas Vonis 5 Tahun Bui
Eks Sekretaris MA Nurhadi akan Banding Atas Vonis 5 Tahun Bui
Nasional
Menpar Ungkap Potensi Devisa Rp 2,04 Triliun Hilang akibat Perang Iran
Menpar Ungkap Potensi Devisa Rp 2,04 Triliun Hilang akibat Perang Iran
Nasional
Safari Dubes Iran di Tengah Konflik Kawasan: Dari JK-Megawati, Kini Jokowi
Safari Dubes Iran di Tengah Konflik Kawasan: Dari JK-Megawati, Kini Jokowi
Nasional
Anggota DPR Minta Usut Kematian Pemadam Karhutla di Riau, Soroti Standar Keselamatan
Anggota DPR Minta Usut Kematian Pemadam Karhutla di Riau, Soroti Standar Keselamatan
Nasional
ICW Minta KPK Umumkan Kepatuhan Pelaporan LHKPN Anggota Kabinet
ICW Minta KPK Umumkan Kepatuhan Pelaporan LHKPN Anggota Kabinet
Nasional
Anggota DPR Minta Pemerintah Waspadai Kebakaran Hutan Lebih Dini
Anggota DPR Minta Pemerintah Waspadai Kebakaran Hutan Lebih Dini
Nasional
Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI-Korea Selatan, dari Ekonomi hingga AI
Prabowo Saksikan Pertukaran 10 MoU RI-Korea Selatan, dari Ekonomi hingga AI
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau