Salin Artikel

Ayah Beriwayat Gangguan Jiwa di Dompu Bunuh Anak Kandung, Korban Disembunyikan di Lemari

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 23.00 wita. Korban diketahui berinisial HL,yang masih berusia lima tahun. Sementara pelaku diketahui pernah memiliki riwayat gangguan jiwa.

"Benar, ada kejadian ayah yang bunuh anak kandungnya tadi malam," kata Kepala Desa Mbawi, Sukrin saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).

Sukrin menjelaskan, kejadian ini berawal saat korban HL sedang bermain di rumah sang nenek bersama ibunya.

Saat itu HL kerap menangis. Sehingga A, ayahnya datang untuk menjemput dan mengajaknya pulang.

Sekitar pukul 20.30 wita, A tiba-tiba kembali lagi ke rumah mertuanya lalu mempertanyakan keberadaan HL.

Menyadari bahwa A punya riwayat gangguan kejiwaan, pihak keluarga dan warga sekitar lantas membantu mencari keberadaan HL.

"Ayahnya ini geger, pernah dibawa ke rumah sakit jiwa juga di Mataram," ujarnya.

Keluarga dan warga sekitar, lanjut Sukrin, sempat mencari korban di rumahnya, bahkan sampai keliling kampung hingga area permakaman.

Namun korban tak juga ditemukan.

Korban Sempat Disembunyikan di Lemari

Sekitar pukul 23.00 wita, sejumlah warga kembali mengecek rumah A hingga akhirnya terkejut mendapati korban tergeletak di atas kasur dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ternyata awalnya dimasukkan ke lemari, saat warga sibuk mencari ke kuburan, korban kemudian dikeluarkan lalu diletakkan di atas kasur," jelasnya.

Sukrin mengatakan, saat diinterograsi oleh aparat kepolisian, A mengakui semua perbuatannya.

Bahwa, ia lah yang membunuh anak kandungnya dengan cara mencekik. Saat ini A sudah diamankan di Mapolres Dompu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Untuk korban tadi sudah dimakamkan," kata Sukrin.

https://regional.kompas.com/read/2026/02/07/151825478/ayah-beriwayat-gangguan-jiwa-di-dompu-bunuh-anak-kandung-korban

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com